New York, SPNA – Aber Kawas telah memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York untuk Distrik 12, menjadikannya orang Palestina-Amerika pertama yang terpilih masuk ke Legislatif Negara Bagian New York. Kemenangannya ini juga menjadikannya wanita berhijab pertama yang terpilih sebagai anggota legislatif tingkat negara bagian. Ia meraih 75 persen suara dengan 90 persen surat suara yang telah dihitung saat The New York Times mengumumkan hasil pemilihan pada hari Selasa, 3 November.
Setelah kemenangannya, Kawas menulis di platform X: “Kami membuat sejarah.”
Kemenangannya diraih dalam pemilihan paruh waktu AS 2026, menyusul keberhasilannya dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada bulan Juni lalu. Ia berkampanye dengan slogan “Mendanai Martabat, Memerangi Kehancuran”, yang berfokus pada penyediaan perumahan terjangkau, layanan kesehatan universal, transportasi umum yang handal, hak-hak imigran, aksi iklim, serta penolakan terhadap pendanaan perang.
Sebagai anggota Democratic Socialists of America (DSA), Kawas menerima dukungan dari Wali Kota New York City Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan Anggota Kongres Rashida Tlaib.
Lahir dan dibesarkan di Brooklyn dari orang tua asal Palestina yang berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1990-an, Kawas merasakan langsung dampak dari penegakan hukum imigrasi selama masa kecilnya. Ayahnya sempat ditahan oleh otoritas imigrasi AS dan akhirnya dideportasi—sebuah pengalaman yang ia gambarkan sebagai salah satu luka terdalam dalam hidupnya.
Ia lulus dari City College of New York pada tahun 2014 dengan gelar di bidang Studi Internasional, berkonsentrasi pada Studi Amerika Latin.
Sebelum terjun ke dunia politik elektoral, Kawas menghabiskan lebih dari 15 tahun aktif dalam pengorganisasian komunitas. Advokasinya berfokus pada hak-hak pekerja, komunitas imigran, dan hak-hak Palestina, khususnya di kalangan komunitas Arab dan Muslim di New York. Ia juga aktif terlibat bersama Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang New York dan Urban Justice Center.
Selama masa kampanye, ia menghadapi berbagai serangan dari media sayap kanan terkait identitas Palestina dan pandangan politiknya. Namun, ia dan para pendukungnya menepis kritik tersebut sebagai upaya untuk melemahkan pencalonannya.
(.RA/S: Newspoint)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!