Georgia, SPNA – Politisi Demokrat Ruwa Romman menjadi orang Palestina-Amerika pertama yang terpilih masuk Senat Negara Bagian Georgia setelah mengalahkan kandidat Republik, Ayaz Sheikh, dalam perebutan kursi Distrik ke-7 negara bagian tersebut.
Menurut hasil pemilu yang dilaporkan, Romman memperoleh sekitar 66 persen suara, sementara Sheikh mendapatkan 34 persen. Hasil ini menandai transisinya dari Dewan Perwakilan Rakyat Georgia ke Senat Negara Bagian.
Romman pertama kali terjun ke dunia politik Georgia pada tahun 2022 ketika ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Negara Bagian untuk Distrik ke-97. Pencapaian tersebut menjadikannya wanita Muslim sekaligus orang Palestina-Amerika pertama yang terpilih masuk ke legislatif Georgia.
Ia terpilih kembali pada tahun 2024 sebelum akhirnya mencalonkan diri untuk kursi Senat Negara Bagian pada tahun 2026.
Lahir di Amman, Yordania, Romman merupakan cucu dari pengungsi Palestina yang pindah ke Georgia bersama keluarganya pada usia delapan tahun. Latar belakang Palestinanya tetap menjadi bagian penting dari identitas politik serta advokasi publiknya.
Romman menarik perhatian nasional selama Konvensi Nasional Demokrat di Chicago pada Agustus 2024, ketika Gerakan Uncommitted memilihnya untuk menyampaikan pidato mengenai perang di Gaza, menyerukan gencatan senjata, serta menuntut penghentian pasokan senjata AS ke Israel.
Penyelenggara konvensi menolak mengizinkannya berbicara di hadapan para delegasi, yang memicu kritik dan protes dari anggota serta pendukung gerakan tersebut.
Romman secara terbuka mengkritik serangan militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai genosida, sekaligus menentang bantuan militer AS yang berkelanjutan tanpa syarat kepada Israel. Ia juga memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina dan menentang stereotip yang mengaitkan identitas Palestina dengan terorisme.
Pada September 2025, Romman mengumumkan pencalonannya sebagai Gubernur Georgia untuk pemilu 2026. Namun, ia kemudian mengundurkan diri dari pemilihan gubernur dan mengalihkan fokusnya ke kontes Senat Negara Bagian.
Setelah mengamankan nominasi dari Partai Demokrat melalui putaran kedua (run-off) pemilihan pendahuluan dengan 60,1 persen suara, ia berhasil mengalahkan Sheikh pada pemilihan umum.
Kemenangannya menandai tonggak sejarah baru dalam representasi politik Palestina-Amerika di Georgia, menyusul keberhasilannya yang bersejarah saat pertama kali terpilih ke legislatif negara bagian pada tahun 2022.
(T.RA/S: MEMO)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!