Gaza, SPNA – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Selasa (29/04/2025), mengumumkan bahwa sebanyak 3.000 truk berisi bantuan penting telah siap untuk masuk ke Jalur Gaza, menunggu dibukanya kembali perlintasan perbatasan.
“Bantuan siap untuk disalurkan ke Gaza, akan tetapi masih menunggu dibukanya kembali perbatasan. Sementara itu, pasokan penting yang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan semakin mendekati masa kedaluwarsa, sementara kelaparan semakin memburuk di sisi lain perbatasan,” sebut UNRWA dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa melalui platform X.
UNRWA menambahkan bahwa terdapat hampir 3.000 truk yang membawa bantuan penyelamat jiwa yang masih tertahan.
Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa lebih dari 116.000 ton metrik bantuan pangan yang cukup untuk memberi makan satu juta orang selama empat bulan sudah siap untuk dikirim. UNRWA juga menegaskan bahwa blokade yang diberlakukan oleh otoritas Israel harus segera dicabut.
Sebelumnya, pada 27 April, juru bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang sangat kritis. Ia mengungkapkan bahwa warga Gaza kini menghadapi krisis pangan, air, dan obat-obatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Abu Hasna menjelaskan bahwa stok makanan di Gaza telah benar-benar habis, sepertiga dari persediaan medis dan perlengkapan kesehatan juga telah habis, serta wilayah tersebut mengalami kekurangan akut air bersih untuk diminum. Ia memperingatkan bahwa kelanjutan blokade dan pelarangan bantuan hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan, karena penduduk Palestina di Jalur Gaza terus terjebak dalam lingkaran kekerasan mematikan dan penderitaan.
Genosida yang Terus Berlangsung
Sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret lalu, ribuan penduduk Palestina telah menjadi korban jiwa maupun luka akibat serangan udara yang terus berlangsung di seluruh Jalur Gaza.
Perang besar-besaran ini dimulai pada 7 Oktober 2023, setelah aksi perlawanan Palestina di wilayah selatan Israel. Sejak itu, militer Israel terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza yang membantai penduduk sipil.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, pada Selasa (29/04/2025), melaporkan bahwa Israel telah membunuh lebih 52.365 penduduk Palestina sejak awal perang genosida pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 52.365 jiwa dan melukai 117.905 orang lainnya.
Meskipun banyak negara di dunia mengecam keras tindakan Israel, hingga kini belum ada langkah tegas untuk menghentikan kekejaman tersebut.
Israel saat ini sedang diselidiki atas dugaan kejahatan genosida oleh Mahkamah Internasional (ICJ), sementara beberapa pemimpinnya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah menjadi buronan resmi oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Sayangnya, genosida ini sebagian besar didukung dan dibiayai oleh Amerika Serikat serta beberapa negara Barat lainnya.
(T.FJ/S: RT Arabic)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!