PBB: 875 Penduduk Palestina Dibunuh di Dekat Titik Bantuan Gaza

Penduduk Palestina berkumpul di dekat lokasi GHF di Gaza. (Foto: AFP)

Gaza, SPNA – Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagaimana dilansir MEE, pada Selasa (15/07/2025), menyatakan bahwa sedikitnya 875 penduduk Palestina dibunuh Israel dalam enam minggu terakhir di sekitar lokasi distribusi bantuan di Gaza. Mayoritas korban jiwa berada di area yang terkait dengan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga bantuan yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat.

Juru bicara kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan, mengatakan kepada wartawan di Jenewa pada hari Selasa bahwa 674 korban jiwa terjadi di dekat lokasi distribusi GHF. Sementara itu, 201 orang lainnya dibunuh di sepanjang jalur konvoi bantuan yang dijalankan oleh PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya.

“Data yang kami miliki berasal dari berbagai sumber terpercaya, termasuk organisasi medis, HAM, dan lembaga kemanusiaan,” kata Al-Kheetan.

Pihak GHF menolak laporan tersebut dan menuduh PBB menyebarkan informasi yang salah, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh PBB. PBB menyebut model distribusi bantuan yang digunakan GHF sebagai “berbahaya secara sistemik” dan melanggar prinsip netralitas kemanusiaan.

GHF mulai beroperasi pada akhir Mei setelah blokade 11 minggu oleh Israel. Organisasi ini menggunakan tentara bayaran asal Amerika Serikat untuk menyalurkan bantuan, serta melewati sistem distribusi bantuan yang dipimpin PBB.

Israel mengklaim bahwa sistem bantuan PBB telah disusupi oleh Hamas, akan tetapi tuduhan ini tidak didukung oleh bukti independen yang diverifikasi.

Pekan lalu, CNN melaporkan bahwa badan utama pemerintah AS yang menangani bantuan luar negeri, yaitu USAID, menyampaikan “keprihatinan serius” tentang GHF. Hanya beberapa hari sebelum pemerintahan Trump mengumumkan pemberian dana sebesar 30 juta dolar amerika untuk organisasi tersebut.

Dalam sebuah laporan internal setebal 14 halaman yang bersifat rahasia, USAID mengkritik permohonan dana dari GHF. GHF saat itu mengajukan permintaan sebesar 30 juta dolar dari total kebutuhan operasional sebesar 100 juta dolar kepada Departemen Luar Negeri AS.

Menurut laporan tersebut (yang diperoleh CNN), GHF tidak memenuhi sedikitnya sembilan persyaratan penting untuk mendapatkan pendanaan pemerintah, termasuk minimnya informasi rencana distribusi yang menjamin penduduk Palestina benar-benar akan menerima bantuan.

Salah satu kritik utama menyebut bahwa rencana distribusi susu formula bayi dalam bentuk bubuk di wilayah Gaza tanpa akses air bersih tidak disertai dengan penjelasan detail.

“Saya tidak setuju untuk melanjutkan kerja sama dengan GHF mengingat risiko operasional dan reputasi yang tinggi serta kurangnya pengawasan,” kata seorang pejabat USAID dalam laporan tersebut.

(T.FJ/S: MEE)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!