Amerika Bombardir Yaman, Bunuh 80 Penduduk Sipil

Tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Al Masirah TV yang berafiliasi dengan Ansharullah menunjukkan penduduk sipil Yaman yang terluka akibat serangan AS tiba dengan ambulans di rumah sakit setelah serangan udara AS pada tanggal 18 April 2025. (Foto: Al Masirah TV melalui AFP)

Sanaa, SPNA – Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Aljazeera, pada Jumat (14/04/2025), melakukan serangkaian pemboman udara di pelabuhan minyak Ras Isa, Yaman, yang membunuh 80 penduduk sipil. Ini merupakan salah satu serangan paling mematikan oleh pasukan AS di wilayah tersebut.

Kantor Kesehatan Hodeidah memperbarui jumlah korban jiwa pada Jumat malam, menyatakan bahwa 150 orang juga terluka dalam serangan yang terjadi pada hari Kamis, sebagaimana dilaporkan oleh saluran televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Ansharullah. Petugas penyelamat dan paramedis termasuk di antara korban tewas dan terluka, kata para pejabat.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan udara tersebut bertujuan untuk memutus sumber bahan bakar dan pendanaan kelompok Ansharullah.

“Hari ini, pasukan AS bertindak untuk menghilangkan sumber bahan bakar bagi kelompok Houthi (Ansharullah) yang didukung Iran,” kata CENTCOM dalam unggahan di media sosial pada hari Kamis. “Tujuan dari serangan ini adalah untuk melemahkan sumber kekuatan ekonomi Houthi.”

Koresponden Aljazeera, Mohammed al-Attab, melaporkan dari ibu kota Yaman, Sana’a, bahwa serangan udara AS menyasar beberapa wilayah, dengan titik terparah berada di sekitar pelabuhan.

“Empat serangan udara pertama terjadi saat para pekerja sedang bekerja,” katanya. Serangan tersebut datang secara tiba-tiba dan mengejutkan para pekerja, termasuk sopir truk yang berada di lokasi pada saat itu.

Serangan ini mendapat kecaman luas di seluruh Yaman karena menimbulkan banyak korban sipil dan karena pelabuhan Ras Isa memiliki peran strategis, tambah al-Attab.

Setelah serangan tersebut, Yaman mengumumkan bahwa mereka meluncurkan serangan rudal ke beberapa lokasi di Israel dan dua kapal induk milik Amerika Serikat. Militer Israel menyatakan bahwa mereka berhasil mencegat salah satu rudal yang diluncurkan dari Yaman pada Jumat pagi.

“Peningkatan kehadiran militer Amerika dan agresi yang terus berlanjut terhadap negara kami hanya akan memicu lebih banyak serangan balasan, bentrokan, dan konfrontasi,” kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kepada para demonstran di Sana’a yang memprotes tindakan Amerika dan Israel.

Sekitar 70 persen barang impor dan 80 persen bantuan kemanusiaan untuk Yaman masuk melalui pelabuhan Ras Isa, Hodeidah, dan as-Salif.

Rekaman video yang dibagikan oleh Al Masirah TV di media sosial pada Jumat dini hari memperlihatkan ledakan besar yang menerangi langit malam di sekitar wilayah pelabuhan Ras Isa. Video tersebut kemudian menampilkan puing-puing dan kobaran api, diikuti dengan gambar mengerikan seorang penduduk sipil yang meninggal dunia.

“Cuplikan awal dari kejahatan agresi AS yang menyasar pelabuhan minyak Ras Isa, yang mengakibatkan sejumlah syuhada dan puluhan pekerja pelabuhan terluka,” tulis keterangan dalam unggahan video berbahasa Arab tersebut.

Video lainnya yang dibagikan Al Masirah di platform X menunjukkan kerusakan parah dan wawancara dengan pekerja pelabuhan yang mengalami luka bakar serius.

Serangan ini merupakan salah satu yang paling mematikan sejak AS memulai operasi udara terhadap Yaman, yang menjadi aksi militer terbesar AS di Timur Tengah sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari. Pada bulan Maret, serangan AS selama dua hari dilaporkan menewaskan lebih dari 50 orang, menurut pejabat Yaman.

Pelabuhan Ras Isa merupakan jalur penting bagi pipa minyak dan infrastruktur vital yang menurut Program Pembangunan PBB (UNDP) “sangat penting dan tidak tergantikan” bagi Yaman.

Seorang koresponden Al Masirah TV melaporkan bahwa tim pertahanan sipil dan Bulan Sabit Merah Yaman telah dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan medis dan memadamkan api.

Pejabat Houthi, Mohammed Nasser al-Atifi, mengatakan kepada media bahwa “kejahatan musuh Amerika” tidak akan menghentikan rakyat Yaman dalam mendukung Gaza, tetapi justru akan memperkuat semangat dan keteguhan mereka.

Sejak November 2023, kelompok Houthi dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal yang mereka klaim terhubung dengan Israel, sebagai respons terhadap perang dan kejahatan Israel di Jalur Gaza.

Demi mendukung kejahatan Israel terhadap penduduk Palestina terus berlanjut, Washington telah memperingatkan bahwa serangan udara terhadap Yaman akan terus berlanjut sampai Yaman menghentikan serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah.

(T.FJ/S: Aljazeera)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!