Agresi Israel Memutus Akses Pendidikan Ratusan Ribu Anak Gaza

Jalur Gaza, SPNA –  Sekitar 700 ribu anak Palestina berusia 4–17 tahun di Jalur Gaza kehilangan kesempatan belajar tatap muka formal selama hampir tiga tahun akibat agresi Israel. Kondisi ini mengancam kemampuan literasi generasi Palestrina di tengah hantaman rudal yang merusak  fasilitas Pendidikan. 

Pusat Informasi Palestina (Palestinian Information Center/PIC), Sabtu (17/10), melaporkan bahwa sekitar 98% di Jalur Gaza mengalami kerusakan. Data UNICEF 30 April 2026 lalu juga menyebutkan lebih dari 93% bangunan sekolah membutuhkan rehabilitasi besar atau kembali dibangun dari puing.

Meski kegiatan belajar tatap muka kembali dimulai pada tahun ajaran 2026–2027, proses pemulihan pendidikan masih menghadapi berbagai kendala. Para siswa belajar di sekolah darurat, tenda, dan pusat pembelajaran dengan fasilitas terbatas, di saat yang sama, banyak keluarga kesulitan menyediakan buku, alat tulis, dan kebutuhan sekolah lainnya.

Menurut laporan Reuters pada 21 September 2026, otoritas pendidikan Palestina memperkirakan sekitar 540 ribu siswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru melalui program sekolah darurat. Pendidikan daring tetap menjadi alternatif bagi siswa yang belum dapat menghadiri pembelajaran secara langsung.

UNICEF juga mencatat bahwa sekitar 420 ribu anak, atau tiga dari lima anak usia sekolah, belum memperoleh pendidikan tatap muka ketika pembaruan data diterbitkan pada April 2026.

Terputusnya pendidikan dalam waktu panjang berisiko membuat anak-anak kehilangan sebagian keterampilan yang sebelumnya telah dipelajari sekaligus tertinggal dalam penguasaan materi baru. Risiko ini terutama besar bagi anak-anak yang berada pada tahap awal belajar membaca, menulis, dan berhitung sebelum perang.

Selain kerusakan sekolah, kekurangan guru, terbatasnya bahan ajar, relokasi tempat pengungsian berulang kali, serta sulitnya akses listrik dan internet turut menghambat pemulihan pendidikan. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, UNICEF menekankan perlunya pemulihan akses pendidikan yang disertai dukungan nyata bagi proses belajar anak. Upaya ini mencakup evaluasi kemampuan dasar siswa, program pembelajaran remedial, penyediaan perlengkapan sekolah, penguatan kapasitas guru, serta dukungan psikososial.

(T.RS/S:Palestinian Information Center, UNICEF, dan Reuters)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!