Tumbangkan Australia Lewat Penalti, Mesir Persembahkan Kemenangan Bersejarah untuk Palestina

Pelatih Mesir Hossam Hassan merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendera Palestina setelah pertandingan usai, saat Mesir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia di Stadion Dallas, Arlington, Texas, AS pada 3 Juli 2026. [Hannah Mckay/Reuters]

Arlington, SPNA – Mesir mengukir sejarah baru di pentas Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, skuad Firaun berhasil mengamankan kemenangan di babak knockout setelah menumbangkan Australia melalui drama adu penalti 4-2. Laga babak 32 besar yang digelar di Stadion Dallas pada Jumat (03/07/2026) ini harus berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Mesir sebenarnya unggul lebih dulu pada menit ke-13 lewat sundulan terukur Emam Ashour. Namun, keunggulan itu buyar di awal babak kedua setelah gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit ke-55 membuat kedudukan menjadi sama kuat.

Di babak adu penalti, mentalitas Mesir teruji. Sementara dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menunaikan tugasnya, Hossam Abdelmaguid maju sebagai penentu. Dengan tenang, ia menyarangkan bola dari titik 12 pas, mengunci tiket babak 16 besar bagi Mesir untuk menantang Argentina yang berhasil memulangkan Tanjung Verde.

Dedikasi Emosional Hossam Hassan untuk Palestina

Kemenangan bersejarah ini langsung disambut perayaan emosional. Pasca-laga, pelatih Mesir, Hossam Hassan, tertangkap kamera membawa bendera Mesir dan Palestina ke dalam lapangan, sementara para pemainnya melakukan sujud syukur bersama.

Dalam konferensi pers yang penuh haru, Hassan mendedikasikan pencapaian besar ini untuk masyarakat Palestina.

“Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada mereka (rakyat Palestina), semoga Allah mengampuni para syuhada mereka,” ujar Hassan di hadapan para jurnalis.

“Saya katakan kepada mereka: Saya mendedikasikan kemenangan ini kepada rakyat Mesir dan rakyat Palestina, orang-orang yang baik dan terhormat itu.”

Senyum yang Kembali Merekah di Gaza

Euforia kemenangan ini menjalar cepat dan memicu perayaan emosional di seluruh dunia Arab, terutama di jalur Gaza yang tengah terkepung. Melalui rekaman video di media sosial, terlihat ribuan warga berkumpul di antara tenda pengungsian dan puing-puing bangunan demi menyaksikan perjuangan Mesir lewat layar kaca.

Anak-anak dengan pipi berhias lukisan bendera Mesir tampak bersorak gembira. Momen sepak bola ini seolah menjadi oase kebahagiaan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

Seorang warga Gaza, Tamer Nahed, membagikan momen menyentuh tersebut melalui akun X miliknya.

“Untuk pertama kalinya, saya mengikuti Piala Dunia dengan antusiasme sebesar ini,” tulis Tamer. “Saya sangat senang melihat Mesir menang, tetapi pemandangan terindah ada di sini… ribuan orang keluar dari tenda dan rumah-rumah mereka yang hancur hanya untuk menonton pertandingan.”

“Wajah-wajah berseri dengan senyum, sorak-sorai memenuhi udara. Rasanya seolah-olah semua orang telah memutuskan untuk memberi diri mereka sendiri satu momen untuk merayakan kehidupan, terlepas dari segala hal (buruk) yang sedang mengepung mereka,” pungkasnya.

(T.RA/S: Al Jazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya