Gaza, SPNA – Tiga penduduk Palestina, termasuk seorang anak, meninggal dunia dan 19 lainnya terluka sejak Selasa siang (30/06/2026) akibat serangan udara Israel yang menyasar sejumlah wilayah di utara dan selatan Jalur Gaza.
Sumber medis dan saksi mata mengatakan, serangan yang dilancarkan drone Israel di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Kota Khan Younis, Gaza selatan, membunuh tiga orang dan melukai 17 lainnya.
Di wilayah utara Gaza, seorang warga Palestina mengalami luka serius setelah drone Israel menghantam atap sebuah rumah di sekitar Bundaran Abu Sharkh, kawasan Al-Falujah, sebelah barat Kamp Jabalia, menurut sumber yang sama.
Serangan serupa juga melukai seorang warga Palestina lainnya di kawasan Sheikh Radwan, sebelah utara Kota Gaza. Korban mengalami luka berat setelah atap rumahnya menjadi sasaran serangan drone.
Saksi mata menyebutkan, serangan tersebut menyasar wilayah yang berada di luar area penempatan dan kendali militer Israel sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata.
Sebelumnya, tim ambulans mengevakuasi jenazah seorang penduduk Palestina yang meninggal dunia dalam serangan Israel sebelumnya di sekitar Bundaran Kuwait, kawasan Al-Zeitoun, tenggara Kota Gaza. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al-Ahli.
Kementerian Kesehatan Palestina Gaza menyatakan bahwa sejak Oktober 2025, pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata telah menyebabkan 1.053 penduduk Palestina meninggal dunia dan 3.406 lainnya terluka.
Kehadiran Pasukan Internasional
Dalam perkembangan lain, Selasa lalu, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyatakan harapannya agar dimulainya kedatangan pasukan internasional ke Jalur Gaza menjadi langkah awal pelaksanaan mandat mereka, yakni memisahkan penduduk Palestina dari pasukan pendudukan Israel serta menghentikan berbagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Pernyataan itu disampaikan setelah kendaraan dan peralatan milik Pasukan Stabilitas Internasional mulai tiba di Jalur Gaza. Pasukan tersebut dijadwalkan dikerahkan sebagai bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendukung pelaksanaan gencatan senjata.
Dewan Perdamaian (Peace Council) juga merilis sejumlah foto yang diklaim memperlihatkan kedatangan kendaraan serta perlengkapan logistik milik Pasukan Stabilitas Internasional.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan kepada media, mendesak Dewan Perdamaian segera memulai implementasi nyata dari butir-butir kesepakatan penghentian perang di Jalur Gaza.
Menurut Qassem, pelaksanaan rencana tersebut harus diawali dengan pembentukan komite nasional untuk mengelola Jalur Gaza, penyaluran bantuan kemanusiaan secara nyata kepada penduduk, memastikan Israel menarik seluruh pasukannya, serta memulai proses rekonstruksi. Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali Gaza merupakan hak mendasar seluruh rakyat Palestina di berbagai wilayah Jalur Gaza.
(T.FJ/S: Aljazeera)