Tentara Israel Tangkap 40 Penduduk Palestina di Tepi Barat

Yerusalem, SPNA – Tentara Israel, sejak Rabu malam (11/12/2024), hingga Kamis pagi melancarkan operasi penangkapan besar-besaran dengan menangkap setidaknya 40 orang di Tepi Barat, termasuk mantan tahanan.

Menurut pernyataan dari Badan Urusan Tahanan dan Pembebasan serta Komisi Tahanan Palestina, operasi penangkapan tersebut terkonsentrasi di Provinsi Hebron, sementara yang lainnya tersebar di provinsi-provensi Salfit, Ramallah, Qalqilya, dan Yerusalem.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa selama operasi penangkapan, pasukan Israel terus menembakkan peluru langsung, serta melakukan interogasi lapangan terhadap puluhan warga di berbagai kamp pengungsi dan desa. Selain itu, tentara Israel juga merusak dan menghancurkan rumah-rumah penduduk Palestina di sejumlah tempat di Tepi Barat.

Sejak awal genosida di Jaluur Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah penduduk Palestina yang ditangkap di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, telah mencapai lebih dari 12.100 orang.

Menurut Badan Urusan Tahanan dan Komisi Tahanan Palestina, lembaga-lembaga yang berwenang hingga saat ini tidak dapat mengumpulkan data pasti mengenai jumlah penangkapan di Gaza, yang diperkirakan mencapai ribuan.

Genosida Terus Berlanjut

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (09/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 44.758 orang dan 106.134 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 808 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya