Ramallah, SPNA – Seorang tahanan Palestina meninggal dalam tahanan Israel pada hari Minggu (14/06/2026) setelah 25 tahun mendekam di penjara, ungkap kelompok advokasi tahanan.
Imad Rajih Sarhan (47 tahun) menghembuskan nafas terakhirnya di Penjara Gilboa di Israel utara. Dalam pernyataan bersama, Komisi Urusan Tahanan Palestina dan Masyarakat Tahanan Palestina menyebutkan bahwa pihak berwenang Israel mengatakan kematian sang tahanan disebabkan oleh serangan jantung.
Pihak berwenang Israel, bagaimanapun, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan kematiannya atau kondisi kesehatannya sebelum kematiannya.
Sarhan, penduduk kota Haifa di Israel utara, telah menjalani hukuman penjara seumur hidup sejak 15 Oktober 2001.
“Pada tahun-tahun pertamanya di penjara, Sarhan menjadi sasaran interogasi yang keras dan panjang serta metode penyiksaan sistematis, yang meninggalkan efek kesehatan yang serius dan bertahan lama pada tubuhnya. Kondisi kesehatannya memburuk selama bertahun-tahun,” kata pernyataan itu.
Kedua kelompok mengatakan tahanan itu juga menderita pengabaian medis “sistematis”, menyebabkan dia menderita penyakit jantung dan arteri.
Kematiannya membuat jumlah tahanan Palestina yang meninggal dalam tahanan Israel menjadi 90 sejak Oktober 2023 dan menjadi 327 sejak pendudukan Israel di Tepi Barat pada 1967.
Sedikitnya 9.500 tahanan Palestina saat ini mendekam di penjara Israel, menderita kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis, yang telah menyebabkan kematian puluhan orang, menurut laporan hak asasi manusia Palestina dan Israel.
(T.RA/S: Anadolu Agency)