Seorang Bocah Gaza Gugur Tertimpa Kotak Bantuan

Warga Palestina berbondong-bondong ke area tempat pesawat menjatuhkan bantuan kemanusiaan yang terpasang parasut di utara Kota Gaza pada 7 Agustus 2025. (Khames Alrefi – Anadolu Agency)

Gaza, SPNA – Seorang remaja dan beberapa warga Palestina lainnya terluka pada hari Sabtu (09/08/2025) ketika sebuah kotak bantuan yang dijatuhkan dari udara menimpa mereka di Gaza Tengah. Peristiwa ini menandai kecelakaan fatal keempat dalam beberapa hari terakhir, tutur sumber medis dalam laporan yang dirilis Anadolu.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu bahwa Muhannad Eid, remaja berusia 14 tahun, meninggal dunia setelah kepalanya terbentur sebuah kotak di daerah Bukit Al-Nuwairi, sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat. Ia dibawa ke Rumah Sakit Al-Awda, dan dinyatakan meninggal dunia. Jumlah pasti korban luka belum dapat diketahui.

Tragedi pada hari Sabtu itu menyusul tiga insiden serupa sejak beberapa negara mulai mengirimkan bantuan ke Gaza pada 16 Juli, di tengah blokade Israel yang telah mendorong daerah kantong itu ke dalam kelaparan.

Pada dini hari di hari yang sama, seorang warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita sehari sebelumnya ketika sebuah kotak menimpanya di wilayah Al-Yarmouk, Kota Gaza. Pada hari Senin, seorang perawat tewas ketika sebuah kotak menimpa tendanya di Al-Zawaida, sementara seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia pada hari Rabu di Khan Younis dengan cara yang sama.

Pejabat Palestina dan kelompok kemanusiaan mengatakan pengiriman bantuan melalui udara jauh kurang efektif dibandingkan pengiriman melalui darat dan telah menyebabkan kekacauan, kerusakan, dan kematian.

Israel telah menutup semua penyeberangan Gaza sejak 2 Maret, menghalangi konvoi bantuan meskipun ratusan truk telah menunggu di perbatasan. Hanya sedikit bantuan yang diizinkan masuk, jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan untuk mencegah kelaparan.

Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan sepertiga penduduk Gaza telah berhari-hari tidak makan, menyebut ini adalah situasi yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam hal tingkat kelaparan dan keputusasaan. PBB memperkirakan ratusan truk bantuan harus datang setiap hari untuk mengakhiri kelaparan yang disebabkan oleh blokade dan perang Israel.

Israel telah menghadapi kemarahan yang semakin meningkat atas perang mematikannya di Gaza, di mana lebih dari 61.300 orang telah tewas sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong tersebut dan membawanya ke ambang kelaparan.

(T.RA/S: MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya