Sekjen PBB: Gaza Catat Angka Amputasi Anak Tertinggi di Dunia

Amputasi meningkat di Gaza seiring dengan perang yang semakin brutal dan runtuhnya fasilitas kesehatan (Eyad BABA/Al-Monitor)

Jalur Gaza, SPNA – Sekjen PBB dalam pidatonya di Kairo (01/12/2024) memperingatkan bahwa kondisi di Gaza saat ini dapat dikategorikan sebagai “kejahatan internasional paling serius” akibat dampak perang yang sangat merusak.

Berdasarkan laporan PBB, Gaza mencatatkan jumlah anak yang mengalami amputasi per kapita tertinggi di dunia. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengungkapkan, “Banyak anak kehilangan anggota tubuh dan terpaksa menjalani operasi tanpa anestesi.”

Guterres menggambarkan situasi di Gaza sebagai krisis yang mengerikan, di mana malnutrisi meluas dan kelaparan mengancam di tengah ambruknya sistem kesehatan. “Gaza menghadapi ancaman kelaparan yang serius, dan sistem kesehatan sudah runtuh,” ujar Guterres. Ia menyoroti betapa pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat terbatas memperparah penderitaan warga Gaza.

Pembatasan Bantuan: Krisis Logistik atau Kehendak Politik?

Menurut data dari UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina), hanya 65 truk bantuan per hari yang dapat masuk ke Gaza pada bulan lalu, jauh lebih rendah dibandingkan sebelum perang yang mencapai 500 truk per hari. Guterres menegaskan bahwa hambatan terhadap pengiriman bantuan ke Gaza bukanlah krisis logistik, melainkan krisis kehendak politik. “Ini adalah ujian bagi penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional,” kata Guterres.

UNRWA: Pilar Utama Penyelamatan di Gaza

Guterres menekankan pentingnya peran UNRWA dalam memberikan layanan vital bagi jutaan warga Palestina. Ia memperingatkan bahwa jika UNRWA terpaksa menghentikan operasinya, tanggung jawab penggantian layanan tersebut sepenuhnya akan jatuh pada Israel. Data UNRWA menunjukkan bahwa antara 6 Oktober 2024 dan 25 November 2024, semua upaya mereka untuk mengirimkan bantuan ke Gaza utara ditolak atau dihambat, bahkan di tengah intensitas pertempuran yang tinggi.

PBB menyerukan komunitas internasional untuk meningkatkan upaya kemanusiaan dan diplomasi guna mencegah krisis yang lebih parah di Gaza. Guterres mengingatkan bahwa dunia harus bertindak segera untuk meringankan penderitaan warga Gaza dan menghindari konsekuensi bencana yang lebih besar.

(T.RS/S:TRTWORLD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya