Sebut Pejuang Palestina Yahya Sinwar Teroris, Media Arab Saudi Digeruduk Massa di Irak

Baghdad, SPNA – Pada Sabtu pagi hari (19/10/2024), pengunjuk rasa merangsek ke kantor stasiun penyiaran Arab Saudi, MBC, di Baghdad. Mereka marah setelah saluran itu menayangkan laporan yang menyebut pemimpin kelompok perlawanan Palestina, Yahya Sinwar dan juga Qassem Soleimani, sebagai “teroris”.

Menurut laporan dari The National, lebih dari 400 orang masuk ke kantor MBC di kawasan Al-Jamia setelah tengah malam. Mereka melakukan pembakaran di halaman kantor media tersebut, kemudian menerobos masuk ke dalam gedung dan merusak peralatan serta furnitur.

Tindakan Protes Pasca Syahidnya Pemimpin Hamas

Setelah pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, syahid akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada hari Rabu (16/10), MBC menyiarkan laporan berjudul “Milenium Pembebasan dari Teroris”. Laporan itu membahas masalah terorisme di wilayah tersebut, dengan menyebut Sinwar sebagai “teroris” terbaru yang dibunuh Israel.

Laporan tersebut juga menyebut komandan Iran yang dihormati, Qassem Suleimani, yang dibunuh oleh militer AS di Baghdad pada tahun 2020, sebagai “simbol terorisme”. Selain itu, laporan MBC juga menyebut Abu Mahdi Al-Muhandis, yang dibunuh bersamaan dengan Suleimani, serta pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel bulan lalu.

Tanggapan Keras dari Hamas

Gerakan Hamas mengecam MBC karena laporan provokatif terhadap gerakan dan pemimpinnya yang sedang berjuang melawan penjajahan tanah air Palestina. Hamas menyebut laporan itu sebagai laporan yang jauh dari prinsip profesional dan sebuah kemunduran jurnalistik.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Pasukan Mobilisasi Populer (PMU) dan Kataeb Hezbollah, yang tergabung dalam kelompok Faksi Perlawanan Islam di Irak (IRI). Para pengunjuk rasa meneriakkan, “Tidak, tidak untuk Amerika” dan “Tidak, tidak untuk Israel”. Sebuah penolakan atau kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan tindakan Israel, terutama terkait dengan konflik di Timur Tengah.

Perlawanan Terhadap Penjajahan

IRI terdiri dari beberapa faksi bersenjata anti Amerika Serikat dan Israel yang mendapatkan dukungan dari Iran. Faksi-faksi perlawanan di Irak ini telah berpartisipasi bersama Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan Iran dalam perang melawan Israel, yang melakukan genosida terhadap Palestina.

Faksi-faksi IRI meluncurkan rudal dan drone ke target-target Israel, serta ke pasukan AS yang menduduki bagian timur laut Suriah dan ditempatkan di pangkalan-pangkalan di Irak. Mereka berupaya mengusir pasukan ini dari kedua negara.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya