Sebuah Laporan Bocor, Sebut Israel Serang Pasukan PBB di Lebanon dengan Bom Fosfor Putih

Beirut, SPNA – Sebuah laporan yang bocor mengungkapkan fakta di balik serangan mengejutkan yang dilakukan Israel terhadap pasukan PBB di Lebanon. Financial Times (FT) melaporkan pada Selasa (22/10/2024) bahwa militer Israel telah menyerang Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel puluhan kali. Serangan ini termasuk dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya fosfor putih, yang mengakibatkan 15 tentara PBB terluka.

Memicu Kekhawatiran Internasional

Pasukan Israel mulai melakukan serangan ini setelah melancarkan operasi darat ke Lebanon pada 1 Oktober. Sebuah laporan rahasia dari negara yang menyuplai pasukan untuk misi PBB menyatakan bahwa tentara Israel dengan paksa memasuki basis PBB yang jelas ditandai. Para pejabat UNIFIL menggambarkan serangan ini sebagai tindakan sengaja dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Pasukan PBB Tegas Menolak Permintaan Evakuasi

Meskipun mendapat tekanan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengevakuasi posisi mereka, pasukan PBB yang berasal dari 50 negara berbeda menolak untuk mematuhi. Israel bertujuan untuk membentuk zona keamanan, dengan mendorong pejuang Hezbollah sejauh 30 kilometer dari perbatasan ke posisi di belakang Sungai Litani.

Bukti Tercatat Serangan terhadap Basis PBB

Laporan rahasia yang dilihat oleh FT mencakup foto-foto yang mendokumentasikan kerusakan signifikan pada bunker yang menampung pasukan PBB, dinding perimeter, dan menara pengamatan di berbagai basis tentara PBB. Pada hari Minggu (20/10), buldoser Israel secara sengaja merobohkan menara pengamatan dan pagar perimeter dari posisi PBB di Marwahin.

Serangan Terarah di Markas UNIFIL

Pada 10 Oktober, dua tentara PBB terluka ketika tank Merkava Israel menembaki menara pengamatan di markas UNIFIL di Naqoura, yang terletak di pesisir Lebanon. Pada hari yang sama, pasukan Israel juga menyerang sebuah bunker PBB yang menampung tentara Italia di Labbouneh. Laporan tersebut menyoroti bahwa militer Israel pertama-tama melakukan pengawasan menggunakan drone, menghancurkan kamera bunker sebelum melakukan serangan.

Penggunaan Senjata Kontroversial Di Bawah Sorotan

Pasukan Israel melepaskan beberapa amunisi yang mendarat dekat basis PBB. Bom itu mengeluarkan asap yang diduga fosfor putih ke dalam area basis PBB. FT mencatat bahwa Israel telah menggunakan fosfor putih di Lebanon sepanjang tahun lalu. Penggunaan senjata ini di daerah berpenduduk dianggap melanggar hukum internasional, akan tetapi terus digunakan sebagai alat militer untuk mengaburkan gerakan atau mengeluarkan kekuatan lawan.

Sejarah Panjang Konflik di Lebanon

Pasukan PBB dikerahkan ke perbatasan Lebanon-Israel setelah invasi awal Israel pada tahun 1978. Invasi lebih lanjut terjadi pada tahun 1982 dan 2006, yang mengarah pada pendudukan besar-besaran Israel di Lebanon selatan dari tahun 1982 hingga 2000. Perlawanan bersenjata dari Hezbollah akhirnya memaksa tentara Israel untuk mundur dari wilayah tersebut.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (17/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 42.438 orang dan 99.246 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana 756 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya