RS Eropa di Gaza Runtuh: 28 ICU Jadi Kawah Bom Amerika, Gaza Tak Lagi Punya Tempat Menyelamatkan Nyawa

Khan Younis, SPNA  – Rumah Sakit Eropa di Khan Yunis, Gaza Selatan, salah satu benteng terakhir pelayanan kesehatan Gaza, runtuh dalam kobaran api dan debu pada Selasa pagi, 13 Mei 2025. Bukan karena bencana alam, bukan pula karena kerusakan sistem, melainkan oleh bom-bom bunker-buster buatan Amerika Serikat yang dijatuhkan jet-jet tempur Israel dengan presisi yang mematikan.

Dilansir Middle East Eye, Setidaknya 28 pengungsi Gaza gugur seketika. Ledakan membentuk kawah-kawah raksasa di tanah yang sebelumnya menopang ruang ICU, bangsal kanker, dan unit perawatan ibu hamil dan bayi. 

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, seluruh layanan medis lumpuh. Fasilitas seperti 28 tempat tidur ICU, 60 bangsal onkologi, 12 unit NICU, 260 tempat tidur rawat inap, dan 25 ruang gawat darurat kini tinggal debu. Rumah sakit ini merupakan satu-satunya pusat perawatan kanker yang tersisa di Jalur Gaza setelah Rumah Sakit Turki dihancurkan lebih dulu. 

Dalam 48 jam terakhir, militer Israel mengklaim telah melancarkan lebih dari 130 serangan udara. Sasarannya mencakup sekolah, masjid, restoran, bahkan tenda pengungsi dan kantor-kantor UNRWA. Hal ini menandakan bahwa target militer dalam kamus tentara Israel kini mencakup siapa saja yang masih bernapas di Gaza.

Narasi Lama, Bukti Tak Pernah Datang

Juru bicara militer Israel menyampaikan narasi usang bahwa serangan ke Rumah Sakit Eropa ditujukan untuk menghancurkan kompleks komando bawah tanah Hamas. 

Muhammad Sinwar, saudara dari Yahya Sinwar, kembali menjadi nama yang dilemparkan ke publik sebagai target. Tapi seperti biasa, tak ada satupun bukti. Tak ada koordinat. Tak ada konfirmasi independen. Hanya spekulasi, dikemas dengan jargon keamanan, disiarkan oleh media arus utama, dan dibiarkan lolos oleh dunia yang sudah kebal terhadap tragedi Palestina.

Bahkan Haaretz, salah satu media paling kredibel di Israel, mengakui bahwa militer Israel hanya menunjukkan rekaman mulut terowongan yang letaknya jauh dari kompleks rumah sakit. 

Kesaksian dari Neraka

Ahmad Athallah, pedagang yang biasa berjualan di depan rumah sakit, menyaksikan langsung mimpi buruk itu. “Tanah terbuka dan menelan orang-orang hidup-hidup,” katanya kepada Mondoweiss. “Kami melihat orang terbakar hidup-hidup. Anjing-anjing mulai menggerogoti jenazah.” 

Sejak 7 Oktober 2023, agresi Israel telah merenggut nyawa lebih dari 52.000 warga Gaza. Mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan. Ratusan ribu lainnya luka-luka. Dua juta orang hidup di pengungsian, dikelilingi reruntuhan, tanpa air bersih, tanpa listrik, tanpa masa depan. 

Apa yang terjadi di Rumah Sakit Eropa adalah penegasan bahwa dalam perang ini, yang dihancurkan bukan hanya musuh, melainkan seluruh fondasi hidup rakyat Palestina dimulai dari rumah, sekolah, tempat ibadah, tenda, bahkan tempat untuk mati dengan tenang.

(T.RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya