Rangkaian Serangan Israel ke Rumah Sakit Palestina Sepanjang Genosida di Gaza

Penduduk Palestina memeriksa lokasi di mana menurut petugas medis dua rudal Israel menghantam sebuah bangunan di dalam Rumah Sakit al-Ahli, pada 13 April 2025. (Foto: Dawoud Abu Alkas/Reuters)

Gaza, SPNA – Serangan pemboman udara Israel telah menghentikan operasional rumah sakit Palestina terakhir yang masih berfungsi di utara Jalur Gaza, memaksa pasien dalam kondisi kritis untuk mengungsi ke jalanan.

Serangan terbaru terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Arab terjadi pada hari Minggu (13/04/2025), saat Israel menguasai sebuah koridor di selatan wilayah Palestina yang hancur akibat perang dan mengumumkan rencana untuk memperluas ofensif militernya, usai menghentikan gencatan senjata pada Maret lalu.

Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa angkatan udara Israel menargetkan salah satu gedung rumah sakit itu pada dini hari Minggu. Militer Israel dan badan intelijen Shin Bet mengklaim, tanpa bukti, bahwa mereka menargetkan “kompleks komando dan kendali Hamas” di dalam rumah sakit tersebut.

Fasilitas kesehatan di Gaza telah berulang kali menjadi target serangan, termasuk dengan penggunaan bom seberat 2.000 pon buatan Amerika Serikat. Rumah Sakit Al-Ahli merupakan satu dari sedikitnya 36 rumah sakit yang telah dibom dan dibakar oleh militer Israel sejak dimulainya perang.

Menyerang fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien merupakan kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa 1949.

Berikut adalah daftar beberapa serangan besar terhadap sektor kesehatan di Gaza sejak Oktober 2023:

17 Oktober 2023

Ratusan penduduk Palestina yang berlindung di area parkir Rumah Sakit Al-Ahli meninggal dunia dalam serangan pemboman Israel. Sebelumnya, direktur rumah sakit dilaporkan menerima peringatan dari Israel. Israel menyalahkan ledakan tersebut pada roket salah tembak milik Jihad Islam Palestina, tuduhan yang dibantah oleh kelompok bersenjata itu.

3 November 2023

Konvoi ambulans dihancurkan oleh serangan udara Israel di luar Rumah Sakit Al-Shifa, membunuh banyak penduduk sipil Palestina.

21 November 2023

Serangan udara terhadap Rumah Sakit Al-Awda membunuh Dr. Mahmoud Abu Nujaila dan Dr. Ahmad al-Sahar dari LSM Dokter Lintas Batas (MSF), serta seorang dokter lainnya, Dr. Ziad al-Tatari.

22 Januari 2024

Beberapa orang dibunuh militer Israel ketika berlindung sekitar 150 meter dari pintu masuk Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Para pengungsi yang berlindung di area tersebut menjadi korban akibat pertempuran dan perintah evakuasi paksa.

20 Maret 2024

Militer Israel mengklaim telah membunuh 90 orang dalam penggerebekan terhadap Rumah Sakit Al-Shifa saat pengepungan. Pengungsi Palestina yang berlindung di sana melaporkan penahanan berkepanjangan dan penyiksaan. Hamas mengecam “pembantaian berdarah” tersebut dan menyatakan bahwa korban termasuk warga sipil, pasien, dan pengungsi.

31 Maret 2024

Banyak korban jiwa dan luka-luka akibat serangan udara di halaman Rumah Sakit Al-Aqsa, tepat di luar ruang gawat darurat tempat banyak pengungsi berlindung.

1 April 2024

Pengepungan selama 14 hari terhadap Rumah Sakit Al-Shifa yang dilakukan tentara Israel menyebabkan ratusan penduduk sipil meninggal dunia, termasuk tenaga medis, serta penangkapan massal staf rumah sakit dan warga sipil lainnya.

14 Oktober 2024

Serangan udara Israel terhadap Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah membunuh lima orang dan melukai 65 lainnya. Tenda pengungsi terbakar saat mereka tertidur.

28 Desember 2024

Militer Israel menangkap Dr. Hussam Abu Safia, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, setelah ia menolak perintah untuk meninggalkan salah satu rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di Gaza utara. Penangkapan ini terjadi sehari setelah militer Israel membunuh sekitar 20 warga Palestina dan menangkap sekitar 240 orang dalam penggerebekan yang disebut sebagai “operasi terbesar” di wilayah itu hingga saat itu.

Asap membubung dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis setelah serangan udara Israel. (Foto: Hussam Al-Masri/Reuters)

November 2023

Pasukan Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya selama beberapa hari. Rumah sakit itu ditinggalkan dalam kondisi hancur, dengan jenazah yang hangus dan membusuk di berbagai sudut.

4 Januari 2025

Rumah Sakit Indonesia di utara Jalur Gaza tidak dapat lagi beroperasi setelah serangan berulang oleh pasukan Israel.

23 Maret 2025

Tentara Israel menembak mati 15 tenaga medis Palestina dari Bulan Sabit Merah Palestina saat mereka menjalankan misi penyelamatan di lingkungan Tal as-Sultan, Rafah. Sebuah video yang ditemukan dari ponsel salah satu korban menunjukkan keterlibatan pasukan Israel, memicu kemarahan luas.

24 Maret 2025

Israel menyerang Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, rumah sakit terbesar di selatan Jalur Gaza, membunuh dua orang dan menyebabkan kebakaran besar. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah rumah sakit tersebut kewalahan menangani korban jiwa dan luka-luka, menyusul dimulainya kembali perang Israel di Gaza melalui gelombang serangan udara mendadak pekan lalu. Di antara korban jiwa adalah seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun yang baru saja menjalani operasi dua hari sebelumnya.

13 April 2025

Israel melakukan serangan pemboman pemboman udara terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Arab terjadi pada hari Minggu (13/04/2025), yang menyebabkan penghentian operasional rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di utara Jalur Gaza, memaksa pasien dalam kondisi kritis untuk mengungsi ke jalanan.

Rumah sakit memiliki perlindungan khusus berdasarkan hukum internasional. Namun demikian, Israel telah mengepung, menyerang, dan membombardir fasilitas-fasilitas kesehatan ini, beberapa di antaranya bahkan diserang lebih lebih dari satu kali. Israel terus melancarkan serangan terhadap berbagai rumah sakit lainnya, sambil menuduh Hamas menggunakan rumah sakit sebagai perlindungan bagi para pejuangnya.

(T.FJ/S: Aljazeera)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!