Jalur Gaza, SPNA – Sekitar 100 jenazah warga Palestina yang sebelumnya tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akhirnya dapat dimakamkan di Kota Gaza, Minggu (6/9/2026). Jenazah tersebut ditemukan tim Pertahanan Sipil Gaza dari sejumlah rumah yang hancur dalam serangan Israel.
Prosesi pemakaman berlangsung di kawasan Zeitoun dan dihadiri ribuan warga, termasuk keluarga korban serta sejumlah tokoh masyarakat dan politik. Jenazah dan jasad para korban dibawa ke lokasi pemakaman setelah sebelumnya diletakkan di sekitar bangunan yang telah hancur dan diselimuti bendera Palestina.
Para korban berasal dari sejumlah keluarga Gaza yang gugur dalam agresi Israel yang dimulai sejak 07 Oktober 2023. Sebagian keluarga baru dapat memakamkan anggota keluarganya setelah tim penyelamat berhasil menemukan jasad mereka di bawah timbunan puing.
Pengangkatan jenazah dilakukan sebagai bagian dari aktivitas pencarian korban yang masih tertimbun di bawah bangunan-bangunan yang hancur. Pertahanan Sipil Gaza memperkirakan 1.072 jenazah masih berada di bawah reruntuhan bangunan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran operasi pencarian tahap kedua. Proses evakuasi berlangsung dengan peralatan terbatas, sementara kerusakan alat berat dan terbatasnya akses terhadap mesin yang dibutuhkan membuat proses pencarian berjalan lambat.
Proyek pencarian itu sebelumnya dimulai pada November 2025. Dalam tahap pertama, tim Pertahanan Sipil bekerja selama sekitar 500 jam dan berhasil menemukan 333 jenazah dan jasad dari 559 orang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah 54 rumah dan bangunan.
Pemakaman massal juga berlangsung pada awal Agustus ketika warga Gaza memakamkan 112 warga Palestina yang jasadnya ditemukan dari reruntuhan rumah di kawasan Sabra, Kota Gaza. Sebelumnya, pada Agustus, puluhan jenazah lainnya juga berhasil ditemukan dan dimakamkan setelah berbulan-bulan tertimbun.
Rangkaian penemuan tersebut menunjukkan masih banyak warga Palestina yang belum ditemukan sejak bangunan tempat mereka tinggal hancur dalam perang. Bagi keluarga mereka, berakhirnya pertempuran tidak serta-merta mengakhiri penantian karena sebagian masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga yang hilang.
Data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip dalam laporan tersebut mencatat lebih dari 73 ribu warga Palestina tewas dan lebih dari 174 ribu lainnya terluka sejak perang dimulai pada Oktober 2023.