New York, SPNA – Wali Kota New York Zohran Mamdani pada Rabu (7/10/2026) menyoroti “keterlibatan” Amerika Serikat dalam genosida di Jalur Gaza, tepat pada peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023, lapor Anadolu.
“Hari ini sangat menyakitkan bagi begitu banyak warga New York,” ujar Mamdani dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. “Kami berduka bersama banyak teman dan tetangga kami yang masih menanggung kehilangan yang tak terbayangkan itu.”
Ia menambahkan bahwa penderitaan tersebut “tidak dimulai maupun berakhir pada hari itu,” merujuk pada agresi Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak.
“Banyak warga New York menghadapi kesedihan yang tak tertahankan ini, dan kami berduka bersama mereka—sambil menyadari bahwa dana pajak kami mendanai kejahatan perang ini,” katanya.
Mamdani mendesak masyarakat untuk menolak “dunia di mana pendudukan dan apartheid terus berlanjut,” serta mengkritik pemerintah AS atas “keterlibatannya dalam setiap pengiriman senjata.”
“Untuk menghormati mereka yang telah tiada, kita harus berjuang demi dunia di mana setiap orang dapat hidup dengan kebebasan, keamanan, dan martabat,” tambahnya.
Setelah peristiwa 7 Oktober, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza, yang juga melukai 175.000 orang dan mengubah enklave tersebut menjadi reruntuhan.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, Israel dilaporkan terus melancarkan serangan harian ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina dan melukai hampir 5.000 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(T.RA/S: MEMO)