Perang Gaza Meluas, Israel Serang Jantung Ibu Kota Yaman

Asap membubung menyusul serangan udara Israel di kota Sana’a, Yaman, pada 6 Mei 2025, [Mohammed Hamoud – Anadolu Agency]

Sana’a, SPNA – Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap Bandara Internasional Sana’a di ibu kota Yaman pada Selasa (6/5),  beberapa jam setelah perintah evakuasi warga sipil di sekitar bandara.

Menurut laporan stasiun televisi Al-Masirah, serangan menargetkan sejumlah lokasi vital termasuk bandara, pembangkit listrik di kota  Sana’a.

Selain itu, sebuah pabrik semen di Provinsi Amran, dekat ibu kota, juga dilaporkan menjadi sasaran. Sedikitnya tiga warga sipil gugur dan 35 lainnya terluka dalam serangan ini, ungkap sumber lokal.

Dilansir MEMO, maskapai Yemenia Airways seegra mengumumkan penangguhan semua penerbangan  dari dan ke Bandara Sana’a. Tiga pesawat komersial milik maskapai tersebut terbakar akibat serangan. 

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengonfirmasi serangan itu. Ia menyatakan bahwa serangan ditujukan pada “infrastruktur militer Houthi” yang disebut berperan dalam serangan rudal terhadap Israel.

Serangan ke Sana’a terjadi hanya sehari setelah kelompok Houthi menembakkan rudal balistik yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan pecahannya jatuh di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Serangan ini disebut Houthi sebagai peringatan bagi maskapai penerbangan internasional bahwa wilayah udara Israel “tidak aman untuk penerbangan sipil.”

Menanggapi serangan rudal tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan membalas secara militer ke Yaman dan Iran.

Sebelumnya, pada Senin (5/5), serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat juga menghantam Provinsi pesisir Al-Hudaydah, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini diyakini sebagai bagian dari strategi pembalasan atas serangan-serangan yang dilancarkan kelompok Houthi sejak November 2023 sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Sejak pertengahan Maret 2025, militer AS telah melancarkan lebih dari 1.300 serangan udara dan laut di Yaman yang menelan ratusan korban jiwa dari kalangan sipil, seperti yang dilaporkan Houthi. Kelompok ini telah menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Laut Arab, dan Teluk Aden, sebagai bagian dari kampanye menentang agresi Israel di Gaza.

Meskipun sempat menghentikan serangan saat gencatan senjata Gaza diumumkan pada Januari 2025, Houthi kembali melancarkan serangan setelah Israel melanjutkan pemboman di Jalur Gaza pada bulan Maret.

Israel Hadapi Tuntutan Kejahatan Perang

Israel kini menghadapi tekanan internasional, termasuk tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) serta surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selama lebih dari 19 bulan agresi brutal di Jalur Gaza, lebih dari 52.600 orang dilaporkan tewas, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

(T.RS/S:MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya