Pemukim Israel Masuk Gaza: Langkah Pertama Menuju Pemukiman Yahudi di Jalur Gaza

Sekelompok pemukim ilegal Yahudi memasuki Jalur Gaza dengan kendaraan pribadi mereka. (Foto: via media sosial Eye on Palestine)

Gaza, SPNA – Sekitar 20 pemukim ilegal Israel memasuki Jalur Gaza pada Kamis (18/12/2025), menggunakan kendaraan pribadi, dengan menempuh jarak beberapa ratus meter dari perbatasan ke daerah yang mereka klaim sebagai “Reruntuhan Kfar Darom”, dan mengibarkan bendera Israel di lokasi tersebut.

Menurut para pemukim—yang oleh surat kabar Maariv disebut sebagai aktivis dari gerakan Nahala—aksi itu merupakan “langkah awal menuju permukiman Yahudi di Gaza”.

“Pada saat ini juga, bendera Israel dikibarkan di Gaza oleh keluarga-keluarga dan aktivis inti permukiman dari gerakan Nahala. Dua tahun setelah serangan Oktober dan perang yang menyusulnya, ini adalah pesan yang tegas dan jelas: Gaza hanya milik bangsa Israel dan tidak akan diserahkan kepada Amerika Serikat maupun pihak asing lainnya,” sebut Nahala dalam pernyataan resminya.

Juru bicara militer Israel menyatakan, “Beberapa waktu lalu, sejumlah warga negara Israel melintasi perbatasan dari wilayah Israel menuju Jalur Gaza. Mereka berada di bawah pengawasan terus-menerus unit pengintaian militer Israel. Pasukan yang berada di kawasan tersebut segera menuju lokasi dan mengembalikan mereka ke wilayah negara”.

Ia menambahkan, “Selanjutnya, puluhan warga Israel mencoba melintasi pagar keamanan di titik lain. Sejumlah warga menerobos penghalang dan memasuki zona pemisah antara wilayah Israel dan Jalur Gaza. Pasukan militer dan kepolisian segera bergerak ke lokasi dan mencegah mereka memasuki wilayah Gaza. Militer Israel menegaskan bahwa setiap upaya masuk ke zona pertempuran dilarang karena membahayakan warga dan menghambat aktivitas pasukan di lapangan.”

Sekitar sepekan lalu, para ketua cabang Partai Likud—bekerja sama dengan gerakan Nahala—menekan Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, agar mengizinkan pengibaran bendera Israel pada perayaan Hanukkah di atas reruntuhan kawasan Nisanit di utara Jalur Gaza. Kawasan tersebut sebelumnya dievakuasi sebagai bagian dari rencana penarikan pasukan Israel pada tahun 2005.

Permukiman Kfar Darom, yang terletak di tengah Jalur Gaza, dievakuasi bersama dengan 20 permukiman Yahudi ilegal lainnya selama penarikan sepihak Israel dari Gaza pada tahun 2005.

Belakangan, sejumlah anggota Knesset dan menteri juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif itu kepada Katz. Namun, para anggota parlemen yang berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan diberi tahu bahwa akan sulit menanggung tanggung jawab atas kegiatan semacam itu karena wilayah tersebut secara definisi merupakan kawasan militer tertutup.

Pada pekan lalu, sembilan warga Yahudi dilaporkan menyusup ke dalam Jalur Gaza dengan menerobos pagar dan bergerak ratusan meter ke dalam wilayah tersebut hingga sebelum “garis kuning”. Mereka berada di dalam selama sekitar satu jam sebelum dikeluarkan oleh militer Israel menggunakan suar penerangan.

Sementara itu, serangan artileri dan pemboman yang dilakukan oleh Israel dilaporkan masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata telah diumumkan. UNRWA mencatat sejumlah fasilitasnya terkena serangan, mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di tengah operasi militer Israel yang berlanjut.

Genosida yang dilancarkan Israel yang telah berlangsung selama lebih dua tahun ini dilaporkan telah membunuh lebih dari 70.669 penduduk Palestina, di mana lebih dari 20.000 di antaranya merupakan anak-anak. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia.

Pimpinan Palestina di Gaza, Ghazi Hamad, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Selasa (16/12/2025), menegaskan bahwa pelanggaran serius Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza terus berlangsung. Ia menyatakan Israel tidak mematuhi satu pun ketentuan dalam kesepakatan tersebut dan telah memanipulasi seluruh isi perjanjian.

Ia menyebutkan jumlah pelanggaran Israel telah melampaui 813 kasus sejak perjanjian mulai berlaku pada 10 Oktober, dengan rata-rata sekitar 25 pelanggaran per hari. Pemimpin Palestina di Gaza, lanjutnya, telah menyerahkan laporan terperinci mengenai seluruh pelanggaran tersebut kepada para mediator dan kepada ruang operasi bersama.

(T.FJ/S: RT Arabic)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya