Pembantaian Berlanjut: 61 Penduduk Palestina Meninggal dalam 24 Jam Akibat Serangan Israel

Penduduk Palestina yang menjadi korban pembantaian Israel di Jalur Gaza. (Foto: Gettyimages.ru via RT Arabic)

Gaza, SPNA – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (22/09/2025), melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza terus meningkat, dengan 61 orang meninggal dunia dan 220 orang terluka dalam 24 jam terakhir. Sejak 7 Oktober 2023, total korban jiwa mencapai 65.344 jiwa dan korban luka sebanyak 166.795 orang.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Gaza masih kewalahan menerima gelombang korban baru akibat serangan udara Israel yang terus berlangsung, khususnya di wilayah utara Gaza yang menjadi salah satu fokus utama pemboman militer Israel saat ini.

Sejak permulaaan kembali operasi militer Israel pada 18 Maret 2025, jumlah korban jiwa telah mencapai 12.785 orang, sementara korban luka mencapai 54.754 orang. Serangan yang masif dan berkelanjutan ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur sipil serta fasilitas kesehatan yang sangat terbatas di wilayah tersebut.

Selain korban luka dan tewas akibat serangan langsung, kondisi blokade Israel yang ketat telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa 428 penduduk Palestina, termasuk 146 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi sejak dimulainya blokade Israel pada Oktober 2023. Angka ini mencakup 193 kematian akibat kelaparan hingga Agustus 2025, dengan 96 di antaranya adalah anak-anak.

 

Anak Palestina yang menderita malnutrisi parah di Gaza. Tim bantuan telah berulang kali meminta Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza guna mencegah bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung. (Foto: WHO)

Dalam 24 jam terakhir, tidak ada korban jiwa yang tercatat akibat distribusi bantuan kemanusiaan, namun terdapat 23 korban luka dalam insiden terkait. Total korban yang disebut sebagai “syuhada pengais rezeki” yang telah diterima di rumah sakit kini mencapai 2.523 orang meninggal dan lebih dari 18.496 orang luka-luka.

Sumber medis di rumah sakit Gaza juga melaporkan bahwa sejak fajar hari ini, 26 penduduk Palestina meninggal dunia akibat tembakan tantara penjajah Israel, termasuk 22 orang di Kota Gaza. Sementara itu, masih terdapat sejumlah korban yang terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, dengan tim penyelamat dan pertahanan sipil yang hingga kini belum mampu menjangkau mereka karena situasi lapangan yang sangat berbahaya.

Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza, yang kini menghadapi ancaman krisis pangan, air bersih, dan layanan medis, akibat pemboman yang terus berlanjut serta blokade yang membatasi akses terhadap kebutuhan dasar.

(T.FJ/S: RT Arabic, Anadolu)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!