Jalur Gaza, SPNA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan udara terakhir Israel ke Jalur Gaza yang menelan lebih dari seratus warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak. Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah militer Tel Aviv mengumumkan kembali kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober.
“Sekjen PBB dengan tegas mengutuk pembunuhan warga sipil di Gaza akibat serangan udara Israel kemarin, termasuk banyak anak-anak,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers di New York, Rabu (29/10). Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam kehidupan warga sipil dan menghambat operasi kemanusiaan “harus dihentikan”.
Hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, pesawat tempur Israel menggempur kawasan padat penduduk di Beit Lahiya, Gaza Utara. Militer berdalih serangan itu menargetkan “infrastruktur teroris” berupa gudang senjata dan pesawat nirawak. Namun yang hancur adalah rumah-rumah warga dan tenda pengungsian.
Dalam waktu kurang dari 12 jam, 110 warga Palestina gugur, termasuk 46 anak-anak dan 20 perempuan. Dua bersaudara, Sarra (8) dan Fadi Shakshak (5), ditemukan tewas di bawah reruntuhan rumah tempat mereka mengungsi. “Kami tidak menuntut yang mustahil. Kami hanya ingin anak-anak kami hidup,” ujar ayah mereka, Mahmoud Shakshak, sambil memeluk jenazah kedua anaknya di Rumah Sakit Syifa.
Guterres menegaskan pentingnya semua pihak mematuhi komitmen gencatan senjata sepenuhnya. Ia juga mengapresiasi upaya diplomatik Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas di Gaza. “Komitmen ini harus dijaga sepenuhnya. Setiap tindakan yang membahayakan warga sipil atau menghalangi bantuan kemanusiaan tidak dapat diterima,” kata Dujarric.
Namun di lapangan, fakta berbicara sebaliknya. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 211 warga Palestina tewas dan 597 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata diberlakukan. Sejak Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah melampaui 68.600 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
(T.RS/S:MEMO)