PBB: Gaza Telah Menjadi Kuburan Bagi Anak-anak Tak Berdosa

Jalur Gaza, SPNA – Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak akibat serangan brutal Israel yang masih terus berlangsung sampai saat ini, kata Kepala Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, dalam pernyataannya memperingati Hari Anak Sedunia, 20 November 2024.

Israel telah melancarkan perang besar-besaran terhadap Gaza pasca serangan Hamas 7 Oktober 2023 lalu. Perang yang dilancarkan Israel telah menelan hampir 44.000 korban jiwa, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 104.000 orang.

“Gaza telah menjadi kuburan bagi anak-anak. Mereka dibunuh, terluka, terpaksa mengungsi, dan kehilangan hak atas keamanan dan pendidikan. Kebahagiaan mereka dirampas,“ ujar Lazarini seperti dilansir Middle East Monitor.

Di Gaza, anak-anak tidak hanya kehilangan tempat tinggal namun juga akses terhadap pendidikan. Banyak sekolah UNRWA kini diubah menjadi tempat penampungan darurat bagi keluarga yang terlantar.  Sementara itu di Tepi Barat, lebih dari 170 anak Palestina telah tewas sejak Oktober tahun lalu. Sebagian lainnya menderita akibat penahanan di pusat-pusat penahanan Israel, seringkali tanpa pengadilan yang adil.

Selain itu, situasi anak-anak di Gaza semakin parah, setiap hari 10 anak kehilangan satu atau kedua kakinya akibat serangan. Trauma yang mendalam telah memengaruhi lebih dari 600.000 anak, yang tidak hanya kehilangan akses pendidikan tetapi juga keamanan emosional mereka.

Serangan yang dilancarkan Israel terhadap Gaza telah menyadarkan masyarakat global, dengan banyak pihak menyebut tindakan ini sebagai upaya genosida terhadap penduduk Palestina. Israel kini menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional pasca perang mematikan ini.

(T.RS/S:MiddleEastMonitor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya