Mesir Dorong Dunia Bergerak, Rekonstruksi Gaza Tak Boleh Hanya di Atas Kertas

Kairo, SPNA – Pemerintah Mesir mulai menggerakkan langkah konkret untuk memulai kembali proses rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang panjang. 

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel Aaty, pada Rabu (29/10), membahas rencana penyelenggaraan Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi dan Rehabilitasi Gaza bersama Abdullah Al-Dardari, Asisten Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Direktur Kantor Negara Arab di UNDP (Program Pembangunan PBB).

Dalam pertemuan tersebut, Abdel Aaty menegaskan harapan agar UNDP berperan aktif mendukung konferensi itu sehingga menghasilkan komitmen dan pendanaan yang nyata. “Kami ingin proyek-proyek pemulihan awal segera dimulai untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina,” kata Abdel Aaty dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir.

Fokus pada Tahap Pemulihan Awal

Konferensi yang dijadwalkan berlangsung di Mesir pada November mendatang itu akan menjadi forum internasional untuk menyusun rencana konkret rehabilitasi  dan pembangunan jangka panjang di Gaza. Abdel Aaty menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lembaga dan badan PBB, agar pengalaman teknis dan kemanusiaan mereka bisa dimanfaatkan sejak tahap awal.

Pertemuan juga membahas bagaimana UNDP dapat mendukung secara langsung proses pemulihan awal, terutama dalam perbaikan infrastruktur vital seperti listrik, air bersih, rumah sakit, serta pemulihan ekonomi masyarakat lokal. “Kami ingin langkah-langkah pemulihan dimulai segera, bukan sekadar janji,” kata Abdel Aaty.

Dukungan Politik dan Publik Mesir

Langkah ini mengikuti pengumuman Presiden Abdel Fattah El-Sisi beberapa hari lalu, yang menyatakan Mesir akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Gaza. Dalam pernyataannya, Sisi juga menyerukan partisipasi publik melalui pembentukan mekanisme nasional penggalangan dana untuk mendukung proses pembangunan kembali wilayah tersebut.

Ia menunjuk Perdana Menteri Mostafa Madbouly untuk berkoordinasi dengan lembaga masyarakat sipil dan kementerian terkait guna menyiapkan sistem penghimpunan donasi nasional bagi Gaza.

“Mesir tidak hanya ingin menjadi tuan rumah konferensi, tapi juga motor penggerak solidaritas nyata,” ujar Abdel Aaty, menegaskan posisi negaranya sebagai mitra utama PBB dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Tahap Baru Pasca-Perang

Abdel Aaty juga menyinggung pentingnya memulai segera tahap kedua dari Kesepakatan Sharm El-Sheikh, yang membahas pemulihan pasca perang di Gaza. Menurut diplomat Mesir itu, sejumlah negara sudah menyatakan minat untuk berpartisipasi dan mensponsori konferensi tersebut. Kairo kini tengah mematangkan koordinasi teknis dan diplomatik untuk memastikan agenda konferensi menghasilkan keputusan konkret, bukan sekadar deklarasi politik.

(T.RS/S:RtArabic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya