Menteri Israel: Kami Tidak Akan Izinkan Makanan, Air, atau Bahan Bakar Masuk ke Gaza

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. (Foto: AP)

Tel Aviv, SPNA – Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Minggu (24/08/2025), menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan masuknya bantuan apa pun ke Gaza, termasuk air, makanan, listrik, atau bahan bakar, karena menganggap wilayah tersebut sebagai “musuh”.

Pernyataan itu disampaikan di mana ia juga menegaskan akan terus mencaplok wilayah Palestina agar kemungkinan berdirinya negara Palestina tidak tercapai.

“Kami akan terus memperluas permukiman di seluruh wilayah (Palestina) tanah kami. Kami tidak akan pernah mendirikan negara Arab teroris di tanah Israel,” kata Smotrich yang dikutip oleh Channel 14 Israel.

Ia menambahkan bahwa operasi militer besar yang direncanakan di Kota Gaza harus memberikan harga yang sangat mahal secara militer dan politik bagi Hamas.

“Saya berbicara tentang manuver yang sangat mahal di tahap pertama. Gaza adalah zona pertempuran dan harus dikosongkan dari penduduknya untuk melindungi mereka serta memisahkan mereka dari para teroris. Setelah itu, kita harus memberlakukan blokade total, menghentikan pasokan makanan, menutup aliran air, bahan bakar, dan listrik… semuanya,” kata Smotrich.

Smotrich juga menegaskan bahwa langkah ini harus disertai dengan harga politik, dan bahwa sikapnya sudah jelas: Israel harus mencaplok sebagian besar wilayah Gaza dan mengizinkan pembangunan permukiman ilegal Yahudi baru di sana, sebagai bentuk pembalasan atas “kesalahan besar” yang menurutnya telah dilakukan oleh musuh.

Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Jumat (22/08/2025), menyatakan bahwa sekitar 90 persen wilayah Jalur Gaza kini telah berubah menjadi zona militer Israel, sementara anak-anak di wilayah tersebut terus mengalami pengungsian berulang kali.

“Sejak awal perang, banyak anak-anak telah terus-menerus mengungsi di berbagai wilayah Gaza. Mereka kini terjebak di area yang semakin menyempit, di mana hampir 90% Jalur Gaza berada dalam zona militer Israel, di bawah perintah evakuasi, atau bahkan keduanya,” sebut UNRWA dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X.

UNRWA juga mengatakan bahwa hampir satu dari tiga anak Palestina di Kota Gaza kini mengalami malnutrisi. UNRWA kembali menyerukan gencatan senjata segera dan menggambarkan kondisi kerja staf mereka di Gaza sebagai bencana.

(T.FJ/S: RT Arabic)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!