Media Israel Ancam Arab: Bergabunglah dengan Kepentingan Israel Agar Kondisi Anda Lebih Baik!

Serangkaian serangan udara Israel yang mengebom Suriah setelah runtuhnya rezim Bashar Asad.

Gaza, SPNA – Media Israel, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada hari Senin (16/12/2024), memperingatkan adanya ancaman besar yang mengelilingi Israel, mulai dari Mesir hingga negara-negara Teluk, setelah jatuhnya rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Surat kabar Israel, Maariv, menyebutkan bahwa “tantangan terbesar yang dihadapi Israel saat ini adalah bagaimana mengeluarkan negara-negara di kawasan ini dari kebuntuan, mulai dari Mesir, Yordania, hingga Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab”.

Maariv menjelaskan bahwa negara-negara moderat ini tampaknya terkejut dengan “guncangan pertempuran” setelah jatuhnya rezim Assad. Di satu sisi, mereka khawatir “siapa yang akan menjadi berikutnya dalam urutan giliran”.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa kemungkinan besar, jika negara-negara tersebut bergabung dalam misi dan kepentingan Israel untuk menghancurkan kekuatan militer Suriah, mereka akan berada dalam posisi yang lebih baik secara keamanan di masa depan.

Dalam laporannya, Maariv juga menyebutkan bahwa Israel perlu merencanakan beberapa langkah ke depan, pertama adalah bagaimana menyelesaikan konflik di Gaza dengan cepat, melalui kesepakatan pertukaran tahanan dan pengaturan keamanan yang baik. Kedua, bagaimana memastikan pelaksanaan ketat gencatan senjata di Lebanon. Ketiga, Israel harus melakukan dialog langsung dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah, dengan pendekatan yang didasari pada kekuatan dan keunggulan, untuk merumuskan peta kepentingan keamanan Israel, yaitu untuk menegaskan bahwa setiap penarikan pasukan Israel atau penyebaran kembali di wilayah Suriah hingga garis pemisah 1974, harus disertai dengan jaminan keamanan Israel.

Maariv juga menyoroti ancaman Iran, yang menurutnya Israel harus segera bergerak dengan menyusun rencana serangan terhadap Teheran kepada pemerintahan Trump yang baru. Israel harus menjelaskan bahwa mereka siap bekerja sama dengan AS atau bertindak sendiri, karena dalam situasi yang ada, Israel tidak dapat membiarkan Iran menjadi negara yang memiliki beberapa senjata nuklir.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 808 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.

Israel melakukan kejahatan lainnya dengan menduduki daerah baru Suriah yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan setelah rezim Bashar Assad tumbang. Israel juga membombardir Suriah dengan berbagaai jenis bom dengan menargetkan berbagai bangunan dan fasilitas militer Suriah.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya