Washington, SPNA – Rapper asal AS, Macklemore, mengumumkan bahwa tiket untuk ketiga konser dalam tur “Free Palestine” miliknya langsung ludes terjual (“sold out”). Pengumuman ini datang beberapa minggu setelah ia dicoret dari tur AS Ed Sheeran menyusul aksi dukungannya terhadap Palestina di atas panggung.
Konser penggalangan dana tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober di 3Arena (Dublin), Accor Arena (Paris), dan Wembley Arena (London). Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke berbagai organisasi yang mendukung rakyat Palestina, sementara jajaran musisi partisipan lainnya akan diumumkan menyusul.
“Saya benar-benar terkesima,” ujar Macklemore dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.
“Kami merancang pertunjukan ini dalam waktu singkat secara bersama-sama, dengan keyakinan bahwa para musisi dapat berdiri dalam solidaritas bersama Palestina, memanfaatkan panggung untuk menggalang dana, serta menunjukkan bentuk nyata dari aksi kolektif.”
Menanggapi gelombang dukungan global yang terus menguat untuk Palestina, Macklemore menambahkan: “Ketika pihak yang berkuasa berusaha membungkam seruan kita demi pembebasan, seni akan selalu menjadi bentuk perlawanan. Dublin, Paris, dan London, terima kasih atas antusiasme yang luar biasa ini. Respons terhadap pertunjukan ini menjadi pengingat betapa banyaknya orang di seluruh dunia yang berdiri bersama untuk Palestina yang merdeka.”
Pengumuman ini menyusul kontroversi pencoretan nama Macklemore dari daftar penampilan tur Loop milik Ed Sheeran di AS. Sang rapper mengungkapkan bahwa sejumlah pengelola lokasi acara menolak memberikannya izin tampil akibat pernyataan pro-Palestina yang ia sampaikan.
Macklemore menuduh bahwa miliarder Robert Kraft, pemilik Stadion Gillette melalui grup bisnisnya, secara pribadi menghubungi Sheeran untuk melarang Macklemore tampil di tempat tersebut.
Di sisi lain, Sheeran mengaitkan keputusan pemecatan itu kepada pihak promotor dan awalnya menyatakan enggan terlibat dalam debat publik mengenai perang di Gaza. Tanggapan Sheeran tersebut menuai kritik keras hingga memicu gelombang pengunduran diri dari sejumlah band pendukung lainnya.
Musisi asal Irlandia Aaron Rowe, grup musik Denmark Lukas Graham, artis AS Finneas, hingga band Irlandia Beoga, semuanya memutuskan mundur dari tur tersebut setelah pencoretan Macklemore.
Saat mengumumkan deretan konsernya sendiri, Macklemore membingkai perselisihan ini sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas melawan sensor dan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina.
“Jika ada pelajaran dari beberapa minggu terakhir ini, itu adalah adanya pergeseran besar dalam tiga tahun terakhir. Telah terjadi kebangkitan kolektif terkait pembebasan Palestina, perlawanan terhadap kekuatan miliarder yang mencoba menyensor seruan tersebut, serta perubahan ekspektasi publik terhadap para seniman saat ini,” tuturnya.
“Apa yang terjadi pada saya jauh lebih besar dari sekadar satu seniman atau satu panggung. Ketika kelompok miliarder bisa mendikte suara mana yang boleh tampil dan mana yang dianggap terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang harus mulai waspada.”
Sementara itu, The Independent melaporkan adanya penurunan harga jual kembali (resale) untuk beberapa jadwal konser Sheeran yang akan datang. Per 30 September, tiket pertunjukan di Atlanta untuk tanggal 3 Oktober terdaftar di Ticketmaster seharga $19,49 (termasuk biaya layanan), dengan ratusan tiket masih tersedia.
Surat kabar tersebut juga mencatat bahwa beberapa tanggal pertunjukan memang belum terjual habis sebelum kontroversi ini mencuat, sehingga ketersediaan tiket tidak sepenuhnya disebabkan oleh reaksi negatif publik semata.
(T.RA/S: MEMO)