Lebih dari 1.000 Atlet Gugur dalam Agresi Israel, Gaza Masih Menjaga Semangat Olahraga

Para atlet amputasi berkumpul dalam “Hope Football Tournament” yang diselenggarakan oleh Deniz Feneri Association dan Palestine Amputee Football Federation di Deir al-Balah, Gaza, pada 17 November 2025. [Moiz Salhi – Anadolu Agency/MEMO]

Jalur Gaza, SPNA –  Sebanyak 1.014 atlet Palestina dilaporkan gugur akibat serangan Israel di Jalur Gaza, sejak agresi militer Israel berlangsung pada Oktober 2023. Korban berasal dari berbagai unsur olahraga Palestina, mulai dari pemain, pelatih, wasit hingga pejabat Asosiasi Sepak Bola Palestina.

Angka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Media Olahraga Palestina, Mustafa Siam, kepada Anadolu Agency. Menurutnya, korban kembali bertambah setelah pemain Jabalia Services Club, Abdel Fattah Abu al-Aish, gugur dalam serangan Israel pada Sabtu di kawasan Tal al-Hawa, Gaza City.

Abu al-Aish merupakan pemain bertahan Jabalia Services Club yang berlaga di divisi pertama Palestina. Ia tengah mempersiapkan diri bersama klubnya untuk mengikuti Piala Seribu Syuhada, turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai 4 September.

Serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa atlet Palestina, tetapi juga menghancurkan ruang-ruang yang menjadi bagian dari kehidupan olahraga masyarakat Gaza.

Lebih dari 50 klub olahraga hancur

Federasi Media Olahraga Palestina menyebut lebih dari 50 dari 56 klub olahraga di Gaza telah dihancurkan Israel. Sekitar 20 lapangan sepak bola mini yang dibangun Asosiasi Sepak Bola Palestina dengan dukungan FIFA juga dilaporkan mengalami kehancuran.

Stadion, klub, gedung olahraga dan akademi olahraga turut terdampak. Akibatnya, olahraga Palestina di Gaza kini menghadapi apa yang disebut Siam sebagai “krisis eksistensial”.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak agresi Israel terhadap Gaza tidak hanya menyasar korban langsung, tetapi juga menghancurkan infrastruktur sosial yang menopang kehidupan masyarakat, termasuk olahraga.

Tetap bermain di tengah kehancuran

Meski sebagian besar fasilitas telah hancur dan banyak tenaga olahraga telah gugur, masyarakat Palestina berusaha mempertahankan kehidupan olahraga.

Pada awal Maret, kompetisi sepak bola mini kembali digelar secara resmi. Namun, dari fasilitas yang sebelumnya tersedia, hanya tiga lapangan yang masih dapat digunakan.

Piala Seribu Syuhada kemudian disiapkan sebagai bentuk penghormatan kepada lebih dari seribu atlet yang telah gugur. Turnamen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa kehancuran fasilitas dan kehilangan para atlet tidak berhasil menghapus keberadaan olahraga Palestina.

Abu al-Aish dimakamkan di Gaza City pada Minggu. Pemakamannya dihadiri atlet dan pendukung olahraga Palestina. Klubnya mengenangnya sebagai salah satu talenta muda dari Gaza utara.

Olahraga Palestina di bawah bayang-bayang agresi

Menurut Siam, penderitaan atlet Palestina juga terjadi di Tepi Barat. Sejumlah atlet dilaporkan gugur, sementara pemain, pelatih dan administrator olahraga lainnya ditahan.

Situasi tersebut menggambarkan luasnya dampak agresi Israel terhadap kehidupan masyarakat Palestina. Olahraga yang semestinya menjadi ruang pendidikan, rekreasi dan persatuan justru ikut menjadi korban kehancuran.

Menurut data Palestina yang dikutip Middle East Monitor, lebih dari 73.000 warga Palestina telah gugur dan lebih dari 174.000 lainnya terluka sejak serangan Israel terhadap Gaza berlangsung pada Oktober 2023.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, laporan tersebut menyebut serangan Israel masih berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 1.320 warga Palestina gugur dan 4.385 lainnya terluka dalam serangan setelah gencatan senjata, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Bagi Palestina, mempertahankan pertandingan di tengah kehancuran bukan sekadar persoalan olahraga. Lapangan yang masih digunakan menjadi ruang untuk mempertahankan kehidupan, identitas dan harapan di tengah agresi Israel yang telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur olahraga Gaza.

(T.RS/S:MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya