Gaza, SPNA – Biro Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza, pada Senin malam (27/01/2025), mengonfirmasi bahwa lebih dari 300.000 pengungsi Palestina berhasil kembali ke wilayah utara Jalur Gaza.
Pada hari kesembilan dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza, ratusan ribu pengungsi Palestina terus kembali ke wilayah tengah dan utara Gaza. Pengungsi tersebut berjalan kaki dari area “Taba Al-Nuwiri” di barat Kota Nuseirat, melintasi “Jalur Netzarim” setelah pasukan militer Israel menarik diri dari kawasan tersebut.
Ribuan pengungsi juga mulai melintas dengan kendaraan mereka dari selatan Gaza melalui jalur Netzarim, yang memisahkan antara Gaza selatan dan utara. Para saksi mata melaporkan bahwa kendaraan yang membawa pengungsi dan barang-barang mereka mulai melintasi jalur tersebut melalui jalan Salahuddin setelah menjalani pemeriksaan keamanan.
Sejak pagi hari, ratusan kendaraan telah mengantri di jalan Salahuddin menunggu giliran untuk melintas ke utara. Sebelumnya, dijadwalkan bahwa mereka akan mulai melintas pada pukul 09:00 waktu setempat, akan tetapi hal tersebut tertunda hingga tim teknis yang bertugas melakukan pemeriksaan tiba.
Kendaraan yang melintas melalui Jalur Netzarim dan jalan Salahuddin diperiksa menggunakan alat pemindai “X-Ray” sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari 2025.
Sebelumnya, saluran TV Israel Channel 12 melaporkan bahwa pasukan militer Israel telah mulai menarik diri dari Jalur Netzarim, yang dibangun Israel ketika operasi darat pada 27 Oktober 2023.
Pada malam hari, militer Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan pengungsi Palestina yang terdampak untuk kembali ke rumah mereka di utara Gaza mulai pagi ini pukul 07:00 waktu setempat.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa militer akan mengizinkan pengungsi Palestina untuk kembali ke utara Gaza dengan berjalan kaki melalui jalan Netzarim, dan dengan kendaraan melalui jalan Salahuddin mulai pukul 09:00 waktu setempat (10:00 WIB).
Menurut radio militer Israel, kendaraan para pengungsi akan menuju ke utara Gaza setelah menjalani pemeriksaan oleh perusahaan keamanan asal Amerika Serikat.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa kembalinya pengungsi adalah kemenangan bagi rakyat Palestina, sebuah pernyataan kegagalan dan kekalahan penjajah Israel serta rencana pengusiran.
“Foto-foto kembalinya ribuan orang ke wilayah yang mereka terpaksa tinggalkan meski rumah mereka hancur, menunjukkan kekuatan dan keteguhan rakyat kami di tanah mereka, meskipun rasa sakit dan penderitaan yang mendalam.
Hamas juga menekankan bahwa hal ini adalah pesan bagi Israel yang berharap bisa mematahkan semangat rakyat Palestina dan mengusir mereka dari tanah mereka.
Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB juga menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana pemindahan pengungsi Palestina dari Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania.
“Kami telah jelas melihat penolakan dari Mesir dan Yordania terhadap rencana pemindahan ini. Kami akan menentang rencana pemindahan paksa yang dapat mengarah pada pembersihan etnis,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB.

Peringatan Israel
Juru bicara militer Israel juga memperingatkan untuk tidak mendekati pasukan Israel di semua lokasi mereka yang tersebar di wilayah selatan Gaza, termasuk di dekat perbatasan Rafah dan jalur Philadelphia. Selain itu, ia memperingatkan agar tidak melakukan aktivitas seperti berenang, memancing, menyelam, atau memasuki perairan laut selama beberapa hari ke depan.
Gencatan senjata antara perlawanan Palestina dan Israel mulai berlaku pada 19 Januari 2025, dengan tahap pertama berlangsung selama 42 hari. Selama periode ini, upaya negosiasi akan dilakukan untuk memulai tahap kedua dan ketiga, yang dimediasi oleh Kairo, Doha, dan Washington.
Dengan dukungan AS, Israel melakukan tindakan pembantaian penduduk Palestina di Jalur Gaza antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, yang telah membunuh dan melukai lebih dari 158.000 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14.000 orang hilang.
(T.FJ/S: Aljazeera, RT Arabic)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!