Laporan IPC: Gaza Masuki Fase Kelaparan Terburuk Abad Ini

Jalur Gaza, SPNA – Tujuh warga Palestina, termasuk dua anak-anak, meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan di Jalur Gaza. Dengan tambahan ini, jumlah korban yang gugur akibat kelaparan massal sejak Oktober 2023 naik menjadi 422 jiwa, 145 anak-anak diantaranya adalah anak-anak, seperti dilaporka Kementerian Kesehatan Gaza, Sabtu (13/9/2025).

Sementara itu dilaporkan bahwa total korban sejak awal agresi mencapai 64.900 jiwa. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Fase Kelaparan Meluas

Laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) mengonfirmasi bahwa wilayah utara Gaza sudah memasuki fase kelaparan (IPC Fase 5). Kondisi darurat pangan diperkirakan akan meluas ke Deir al-Balah dan Khan Younis pada akhir September. Saat ini, lebih dari 500.000 orang menghadapi kelaparan ekstrem. Jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga 641 ribu jiwa dalam dua pekan.

Di luar itu, dilaporkan lebih dari 1 juta warga Gaza hidup dalam kondisi darurat pangan (Fase 4) dan hampir 400 ribu orang menghadapi krisis pangan (Fase 3). UNICEF, FAO, WHO, dan WFP melaporkan indikator gizi sudah melewati ambang batas kelaparan: prevalensi malnutrisi akut pada anak meningkat tajam, konsumsi makanan harian anjlok, dan banyak keluarga mengaku beberapa hari tidak makan sama sekali.

Badan-badan PBB memperingatkan Gaza kini menghadapi “kelaparan massal terburuk abad ini.” UNICEF melaporkan lonjakan gizi buruk pada anak-anak, sementara WHO mencatat banyak pasien rumah sakit tiba bukan karena luka perang, melainkan tubuh melemah akibat kelaparan.

“Ini bukan sekadar krisis, ini bencana kelaparan yang disengaja,” kata juru bicara WFP. Lembaga kemanusiaan mendesak gencatan senjata segera dan akses tanpa hambatan bagi distribusi bantuan pangan dan medis.

Israel di Meja Hukum Internasional

Kematian akibat kelaparan kian menambah tekanan terhadap Israel di forum internasional. November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).

(T.RS/S:MiddleEastMonitor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya