Langgar Gencatan Senjata, Israel Lepaskan Rudal yang Bunuh 2 Penduduk Palestina, Salah Satunya Anak Usia 5 Tahun

Kendaraan penduduk Palestin mengantre di sepanjang Jalan Salahuddin di Nuseirat, pada 27 Januari 2025, setelah gencatan ditandatangani. Penduduk Palestina yang terpaksa mengungsi mulai kembali ke daerah mereka masing-masing yang sebagian besar telah dihancurkan Israel. (Foto: Eyad Baba/AFP)

Gaza, SPNA – Dua penduduk Palestina, termasuk seorang anak, meninggal dunia dan banyak lainnya terluka dalam serangan-serangan Israel di Gaza meskipun dalam masat gencatan senjata yang telah disepakati. Sebagaimana dilansir Al-Jazeera, pada Selasa (28/01/2025), serangan ini terjadi saat ribuan orang mulai kembali ke bagian utara Jalur Gaza.

Nadia Mohammed Al-Amoudi, seorang anak berusia lima tahun, meninggal dunia dan tiga orang lainnya terluka setelah tentara Israel menyerang kereta kuda pada Senin malam di al-Jisr, barat kamp pengungsi Nuseirat.

Drone Israel menembakkan dua rudal ke kendaraan di daerah tersebut, menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil. Banyak dari mereka menggunakan jalan itu untuk perjalanan sehari-hari dengan kereta kuda sederhana.

Saksi mata yang dikutip oleh agen berita Anadolu menggambarkan ketakutan yang meluas di kalangan penduduk Palestina akibat serangan yang tidak terduga tersebut.

Secara terpisah, seorang pemuda Palestina meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka setelah tentara penjajah Israel membom sebuah buldoser yang sedang berusaha mengangkat kendaraan yang terjebak di Nuseirat.

Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar insiden terbaru di mana penduduk Palestina yang terpaksa mengungsi diserang saat berusaha kembali ke rumah mereka di Gaza yang hancur akibat perang. Ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata tiga tahap yang ditandatangani antara Hamas dan Israel, yang mulai berlaku pada 19 Januari.

Tentara Israel dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pesawat menembak dengan dalih untuk menghalau “kendaraan mencurigakan” di Gaza Tengah yang bergerak ke arah utara di daerah yang “tidak disetujui untuk dilewati sesuai dengan kesepakatan”. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa pasukan Israel juga menembaki seorang pria Palestina di Gaza utara yang “dinilai sebagai ancaman.”

Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Terus Berlanjut di Gaza

Sejak pelaksanaan gencatan senjata pada 19 Januari, beberapa pelanggaran yang dilakukan tentara Israel telah dilaporkan di Jalur Gaza.

Dalam pelanggaran gencatan senjata lainnya, pada pekan lalu, tank-tank Israel yang ditempatkan di Jalur Gaza Selatan menembakkan tembakan peringatan dari Koridor Philadelphia ke arah warga Palestina di Rafah.

Selain itu, tembakan Israel juga melukai seorang nelayan di dekat pantai, dan sebuah drone Israel melukai seorang penduduk sipil lainnya di dalam kawasan Jalur Gaza.

Pengungsi Palestina Kembali ke Rumah di tengah Ketegangan yang Terus Berlanjut

Sementara itu, pengungsi Palestina yang sebelumnya terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka kini dapat kembali ke daerah tempat tinggal mereka, dimulai pada hari Senin lalu, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata. Mereka kembali setelah lebih dari 15 bulan serangan militer Israel terhadap Gaza.

Pasukan Israel juga membuka tembakan ke rumah-rumah Palestina di sebelah timur kamp Al-Bureij di Gaza Tengah, meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Lebih lanjut, pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang Koridor Salahuddin (Philadelphia) menembakkan tembakan berat ke arah pemukiman di Rafah timur.

Pada 28 Januari, tentara Israel mengakui telah melanggar gencatan senjata, dengan menyatakan bahwa pasukan mereka telah menembaki penduduk Palestina yang mereka klaim “menjadi ancaman” serta kendaraan yang mereka klaim diduga memasuki “wilayah terlarang”.

Seorang anak duduk di tengah reruntuhan saat penduduk Palestina memeriksa rumah yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nusairat, di Jalur Gaza bagian tengah. (Foto: Reuters/Ramadan Abed)

Apakah Israel Akan Menghormati Gencatan Senjata di Gaza?

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza, yang mulai berlaku pada 19 Januari, terdiri dari tiga tahap yang masing-masing berlangsung selama 42 hari. Namun, aksi militer Israel yang terus berlanjut menimbulkan kekhawatiran tentang komitmen mereka terhadap perjanjian damai ini.

Meskipun gencatan senjata sedang berlaku, serangan-serangan Israel terus berlanjut, menyebabkan korban tewas dan luka-luka di Gaza. Bagaimana masa depan gencatan senjata ini, dan apakah Israel akan menghormati perjanjian damai yang telah disepakati?

(T.FJ/S: Aljazeera, Anadolu)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!