Kelaparan Renggut Nyawa 222 Korban Jiwa di Gaza, Setengahnya Anak-anak

Jalur Gaza, SPNA – Paramedis Rumah Sakit Al-Nasser, Khan Yunis, Senin malam (11/8/2025), mengumumkan wafatnya Muhammad Zakaria Khuder, akibat komplikasi penyakit yang dipicu kelaparan dan malnutrisi. Kepergian bocah berusia 5 tahun tersebut menambah total korban yang meninggal akibat krisis pangan di Gaza menjadi 222 orang, di antaranya 101 anak-anak.

Data Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan lonjakan kematian ini tak lepas dari blokade total seluruh jalur masuk bantuan oleh Israel sejak 2 Maret 2025. Hampir semua konvoi kemanusiaan diblokir sejak saat itu, menyebabkan pasokan makanan dan obat-obatan hampir berhenti sepenuhnya. PBB menyebut Israel sengaja menciptakan kelaparan massal, sebagai bagian dari strategi militer yang menghukum kolektif seluruh penduduk Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, pada Juli 2025 terdapat 12.000 anak di bawah usia lima tahun di Gaza yang mengalami malnutrisi akut.. Dari jumlah itu, sedikitnya 2.500 anak menderita malnutrisi akut berat yang mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan perawatan intensif.

UNICEF melaporkan kenaikan drastis jumlah anak yang dirawat akibat malnutrisi, dari 6.344 kasus pada Juni menjadi hampir 11.900 kasus pada Juli 2025. WHO mengonfirmasi bahwa sepanjang tahun ini saja, 74 orang meninggal akibat malnutrisi, dan 63 di antaranya terjadi hanya dalam satu bulan terakhir, mayoritas adalah anak-anak balita.

Krisis gizi ini juga melanda ibu hamil dan menyusui. Lebih dari 40% berada dalam kondisi malnutrisi parah. WHO memperingatkan, jika situasi berlanjut, tingkat kematian bayi baru lahir akan melonjak tajam dalam beberapa bulan mendatang, terutama di wilayah Gaza Tengah dan Kota Gaza.

Badan Pangan Dunia (WFP) memperkirakan sekitar 500.000 penduduk Gaza berada di ambang kelaparan, sementara lebih dari sepertiga warga mengaku tidak makan selama beberapa hari berturut-turut. Meski ada pengiriman bantuan terbatas melalui udara dan laut, kapasitasnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 2,3 juta penduduk.

Gambaran penderitaan ini tampak jelas dalam foto-foto dari rumah sakit di Gaza yang menunjukkan anak-anak dengan tubuh kurus kering, tulang menonjol, dan wajah pucat. 

PBB, WHO, dan UNRWA kembali mendesak komunitas internasional menekan Israel agar membuka seluruh jalur bantuan tanpa syarat. “Ini bukan sekadar bencana kemanusiaan. Ini adalah genosida yang menargetkan masa depan Gaza,” tegas juru bicara UNRWA.

(T.RS/S:Maannews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya