Gaza, SPNA – Kantor Media Asra (AMO) mengungkapkan bahwa sejumlah tahanan asal Jalur Gaza baru-baru ini mengalami pelecehan fisik dan seksual oleh pasukan penjara Israel di kompleks Penjara Ramla.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin (14/9/2026), AMO menjelaskan bahwa para penjaga di blok Rakevet, Penjara Ramla, memindahkan sejumlah tahanan Gaza ke ruangan tanpa kamera pengawas (CCTV). Di tempat tersebut, mereka dianiaya secara brutal dengan sasaran utama area sensitif tubuh.
AMO menyebutkan bahwa para penjaga dengan sengaja menimbulkan rasa sakit yang luar biasa terhadap para tahanan—yang dalam kondisi terikat dan tertutup matanya—dengan cara memukul testis mereka menggunakan benda keras.
Tindakan tersebut dikecam keras oleh AMO sebagai bentuk “penyiksaan fisik dan seksual yang keji” serta “pelanggaran berat terhadap hak-hak dasar tahanan.”
AMO menekankan bahwa berbagai bentuk kekerasan yang menyasar para tahanan asal Jalur Gaza kini telah menjadi pola harian, seiring dengan semakin memburuknya kondisi penahanan di dalam penjara-penjara Israel.
Kondisi berat di Penjara Ramla ini meliputi perlakuan sewenang-wenang terhadap tahanan saat dibawa keluar untuk aktivitas luar ruangan, pelarangan beribadah serta pengawasan ketat terhadap upaya ibadah rahasia, penyediaan makanan yang tidak layak, hingga pembatasan akses terhadap pakaian serta perlengkapan dasar yang memadai.
Menanggapi situasi ini, AMO mendesak organisasi-organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan penyiksaan terhadap tahanan Gaza, menjamin perlindungan keselamatan mereka, serta menyeret para pimpinan dan petugas penjara Israel yang terlibat ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
(T.RA/S: Palinfo)