Israel Umumkan Perluasan Operasi Darat di Gaza Utara

Pasukan IDF beroperasi di Jalur Gaza utara dalam foto selebaran yang dikeluarkan pada tanggal 4 April 2025. (IDF)

Gaza, SPNA – Pasukan Israel bergerak ke wilayah Gaza utara untuk memperluas apa yang mereka sebut “zona keamanan” di pesisir wilayah kantorng tersebut. Hal ini diungkapkan oleh militer pada hari Jumat (04/04/2025), beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk merebut wilayah yang lebih luas dengan operasi di selatan.

Tentara yang melaksanakan operasi di Shujayea, pinggiran timur Kota Gaza di utara, membiarkan warga sipil keluar melalui rute yang terorganisasi, kata militer dalam sebuah pernyataan.

Israel mengeluarkan peringatan evakuasi di wilayah itu pada hari Kamis, dan ratusan penduduk mengalir keluar, beberapa membawa barang-barang mereka sambil berjalan, yang lain dengan kereta keledai dan sepeda atau dalam mobil van, rilis Reuters.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan pasukan Israel menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan udara di sebuah gedung sekolah di Kota Gaza tempat keluarga-keluarga yang mengungsi berlindung.

Militer mengatakan gedung sekolah Dar Al-Arqam di lingkungan Tuffah di Kota Gaza telah digunakan sebagai pusat komando dan kendali oleh militan Hamas dan menuduh para pejuang itu sengaja menggunakan infrastruktur sipil sebagai pangkalan. Hamas membantah bahwa mereka beroperasi di antara warga sipil.

Ratusan ribu warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa hari terakhir dalam salah satu eksodus massal terbesar dalam perang tersebut, karena pasukan Israel telah bergerak untuk memperluas wilayah yang berada di bawah kendali mereka.

Di tepi selatan Gaza, pasukan Israel telah berkonsolidasi di sekitar reruntuhan kota Rafah.

Israel belum sepenuhnya menjelaskan tujuan jangka panjangnya untuk wilayah yang sekarang disebutnya sebagai zona keamanan. Penduduk Gaza mengatakan mereka yakin tujuannya adalah untuk secara permanen mengosongkan sebagian besar wilayah, termasuk beberapa lahan pertanian dan infrastruktur air terakhir di Gaza.

Militer mengatakan telah membunuh banyak militan dan membongkar infrastruktur, termasuk apa yang dikatakannya sebagai pusat komando dan kendali Hamas.

Warga Palestina mengatakan tujuan akhir Israel adalah untuk menggusur penduduk Gaza secara permanen, sejalan dengan rencana yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengubah daerah kantong itu menjadi resor tepi laut di bawah kendali AS. Israel mengatakan akan mendorong warga Palestina yang ingin pergi secara sukarela.

Pasukan Israel melanjutkan operasi mereka di Gaza pada 18 Maret, setelah gencatan senjata selama dua bulan. Para menteri mengatakan operasi akan terus berlanjut hingga 59 sandera yang masih ditawan di Gaza dikembalikan. Hamas mengatakan mereka akan membebaskan mereka hanya jika ada kesepakatan yang mengakhiri perang secara permanen.

(T.RA/S: Asharq al-Awsat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya