Israel Tegaskan Lanjutan Operasi Genosida di Lebanon dan Gaza

Tel Aviv, SPNA – Militer Israel, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Senin (28/10/2024), menegaskan bahwa pasukannya akan melanjutkan operasi di Lebanon Selatan dan Jalur Gaza, dengan mengklaim telah menyerang infrastruktur “Hizbullah” dan membunuh sejumlah anggotanya.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim bahwa pasukannya “terus melakukan serangan yang tepat dan terarah terhadap sasaran Hizbullah di selatan Lebanon serta infrastruktur yang digunakan oleh anggota kelompok tersebut untuk melakukan serangan”.

Terkait dengan Jalur Gaza, pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pasukan militer melanjutkan serangan yang terfokus di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza, yang membunuh dan menghancurkan infrastruktur kelompok perlawanan Palestina. Israel mengklaim telah membunuh puluhan pejuang Palestina di Jabalia serangan darat dan udara.

Klai-klaim ini bertentangan dengan jumlah korban jiwa dari kalangan penduduk sipil dan infrastruktur sipil yang diserang Israel, termasuk sekolah, tempat penampungan penungsi, dan bahkan rumah sakit.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (24/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 42.847 orang dan 100.544 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 760 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 2.574 penduduk Lebanon dan lebih dari 12.001 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!