Israel Musnahkan Satu Keluarga Palestina di Gaza, Hanya Seorang Anak Selamat

Seorang anak Palestina melihat puing-puing bangunan tempat tinggal dan sebuah mobil yang rusak setelah serangan Israel di Kota Gaza pada 4 Juni 2026 (Omar al-Qattaa/AFP)

Gaza, SPNA – Sedikitnya sembilan penduduk Palestina meninggal dunia akibat serangan udara Israel yang dilancarkan sebelum fajar di Jalur Gaza pada Kamis pagi (04/06/2026).

Serangan tersebut menghantam sedikitnya empat apartemen hunian penduduk Palestina di wilayah barat dan selatan Kota Gaza ketika para penghuni masih terlelap tidur.

Lima anggota keluarga Lubbad—terdiri atas ayah, ibu, dan tiga anak mereka—meninggal dunia setelah apartemen yang mereka tempati menjadi sasaran serangan. Hanya satu anak yang selamat, yakni Hala Lubbad, yang mengalami luka ringan. Pertahanan Sipil Palestina menggambarkan kondisi di lokasi kejadian sebagai “sulit dan mengerikan”.

Berdasarkan lembaga tersebut, kebakaran terjadi di salah satu apartemen setelah serangan berlangsung. Tim penyelamat juga menghadapi situasi yang memilukan saat mencari korban selamat dan mengevakuasi jenazah dari bawah reruntuhan.

Media lokal melaporkan sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Serangan itu terjadi ketika Israel meningkatkan intensitas pemboman di seluruh Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah disepakati pada Oktober lalu.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat pasukan Israel telah membunuh 119 penduduk Palestina sepanjang Mei, angka kematian bulanan tertinggi sejak November.

Di saat yang sama, militer Israel terus memperluas penguasaan wilayah darat di Gaza. Menurut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Israel saat ini mengendalikan sekitar 60 persen wilayah Gaza dan berupaya meningkatkan angka tersebut menjadi 70 persen.

Pasukan penjajah Israel juga terus melakukan penghancuran rumah-rumah warga Palestina serta membatasi secara ketat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Pembatasan bantuan itu kembali mendorong Gaza ke dalam krisis ketahanan pangan dan kekurangan pasokan medis. Kementerian Kesehatan Gaza pekan ini memperingatkan bahwa lebih dari 4.000 pasien kanker berada dalam risiko akibat kelangkaan obat-obatan dan perawatan medis esensial.

Kekurangan bahan bakar juga memaksa sejumlah rumah sakit menghentikan sebagian layanan mereka. Unit dialisis, inkubator perawatan bayi baru lahir, unit perawatan intensif (ICU), dan laboratorium medis disebut terancam berhenti beroperasi.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza menyatakan telah mendokumentasikan lebih dari 3.000 pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 936 orang meninggal dunia dan lebih dari 2.900 lainnya terluka selama periode tersebut akibat serangan Israel.

Secara keseluruhan, otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah membunuh hampir 73.000 penduduk Palestina sejak perang yang dimulai pada Oktober 2023. Selain itu, sekitar 170.000 orang dilaporkan terluka. Ribuan lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan.

(T.FJ/S: Mondoweiss)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya