Gaza, SPNA – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada hari Senin (16/12/2024), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan udara Israel di Gaza telah mencapai 45.028 orang, dengan 106.962 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam laporan harian Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa tentara Israel telah melakukan tujuh pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Jalur Gaza, yang menyebabkan 52 orang meninggal dunia dan 203 lainnya mengalami luka-luka yang dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga mengungkapkan bahwa masih banyak korban yang terjebak di bawah puing-puing dan di jalanan, sementara tim medis dan relawan sulit menjangkau korban akibat serangan Israel yang menargetkan siapa saja termasuk tim medis.
Kementerian Kesehatan Palestina mengimbau kepada keluarga korban meninggal dunia dan orang hilang akibat perang untuk melengkapi data mereka melalui platform pendaftaran yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa sejak 7 Oktober 2023, tentara Israel telah menangkap 350 tenaga medis dari Jalur Gaza, dan tiga di antaranya syahid di penjara Israel.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa perempuan dan anak-anak menyumbang hampir 70 persen dari jumlah korban jiwa dalam perang Israel di Gaza antara November 2023 hingga April 2024.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
(T.FJ/S: RT Arabic)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!