Israel Hancurkan Armada Pengangkut Sampah, Gaza Dipaksa Hidup di Tengah Limbah

Jalur Gaza, SPNA – Pemerintah Kota Gaza memperingatkan bahwa Gaza menghadapi krisis lingkungan besar akibat penumpukan 170.000 ton sampah di jalan-jalan dan tempat pembuangan sementara. 

Hal ini terjadi setelah Israel melarang tim kebersihan kota untuk mengakses tempat pembuangan utama di dekat perbatasan timur Gaza. Selain itu, sebagian besar armada pengangkut sampah juga telah dihancurkan dalam serangan militer Israel.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Kota Gaza menyebut bahwa kota ini tengah menghadapi bencana kesehatan dan lingkungan akibat penghancuran sekitar 80% kendaraan pengangkut sampah. 

Demi mengatasi pencemaran linngkungan Pemerintah kota Gaza telah berupaya mengumpulkan dan memindahkan sampah dari jalanan ke tempat pembuangan sementara. Upaya ini merupakan bagian dari rencana darurat yang diumumkan sejak pertengahan Februari untuk mengurangi dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan. 

Kondisi di Gaza semakin memburuk akibat agresi militer Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025. Serangan ini telah menyebabkan lebih dari 160 ribu warga Palestina gugur dan terluka, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 14.000 lainnya masih dilaporkan hilang.

Blokade Israel dan Ancaman Lingkungan

Blokade yang diberlakukan Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan akibat tumpukan sampah, namun juga memperburuk kondisi secara keseluruhan. Layanan publik, termasuk kesehatan dan kebersihan, lumpuh total akibat kurangnya akses ke peralatan dan sumber daya.

Masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan terus menyerukan agar Israel mengizinkan akses bantuan dan memulihkan layanan dasar di Gaza. Namun hingga kini, situasi di lapangan masih menunjukkan warga Palestina yang semakin sengsara akibat terjebak dalam blokade dan serangan yang terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya