Ingin Tutupi Aib, Israel Kejar Pembocor Video Pemerkosaan terhadap Tahanan Palestina

Channel 12 Israel merilis video yang menampilkan tahanan Palestina disiksa secara seksual oleh tentara Israel di Penjara Sde Teiman.

Tel Aviv, SPNA – Israel akan melakukan penyelidikan pidana untuk menentukan pihak yang membocorkan rekaman dari pusat penahanan Sde Teiman yang terkenal, yang menampilkan dugaan pemerkosaan terhadap seorang tahanan Palestina.

Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (04/11/2025), oleh Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara, dan mencakup penyelidikan terhadap individu yang mendistribusikan video yang disiarkan oleh Channel 12 Israel pada awal Agustus tahun lalu.

Beberapa anggota parlemen dan Menteri, termasuk tiga di antaranya yang ikut menyerbu penjara setelah tentara yang diduga melakukan pemerkosaan ditahan, memuji keputusan Baharav-Miara.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa ia “menyambut dan mendukung” penyelidikan pidana tersebut, menyebutnya sebagai “urusan serius yang menimbulkan fitnah terhadap tentara Israel”.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Israel, termasuk menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir, menyerukan agar penyelidikan dibuka untuk menindak individu yang merekam dan membocorkan video kejahatan itu.

Smotrich menuntut “penyelidikan pidana segera untuk menemukan pelaku kebocoran video yang viral ini” dan menambahkan bahwa rekaman tersebut dimaksudkan “untuk merugikan tentara cadangan” serta telah menyebabkan “kerusakan besar bagi Israel di dunia”.

Video yang dipublikasikan tahun lalu itu menunjukkan tentara di Sde Teiman diduga sedang memerkosa seorang tahanan Palestina setelah membentuk barikade manusia di sekitarnya.

Sejak perang Israel terhadap Gaza dimulai dua tahun lalu, banyak tahanan Palestina menyatakan mereka mengalami berbagai pelecehan seksual termasuk pemerkosaan yang dilakukan oleh tantara Israel di Sde Teiman. Namun, tidak ada yang ditangkap terkait kasus ini hingga 29 Juli, ketika polisi militer menggerebek fasilitas tersebut, bentrok dengan tentara, dan menahan mereka.

Insiden ini memicu kemarahan di Israel, dengan kelompok sayap kanan ekstrem, termasuk seorang anggota parlemen dan seorang menteri, menyerbu pusat penahanan dan pengadilan militer sebagai protes terhadap penahanan tersebut.

Penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan dilaporkan marak di fasilitas ini, salah satu dari beberapa fasilitas di mana tahanan Palestina telah disiksa selama beberapa dekade.

Pada 15 Juli tahun lalu, Mahkamah Agung Israel mengeluarkan perintah bersyarat yang menuntut penutupan Sde Teiman menyusul laporan penyiksaan. Perintah itu meminta penjelasan mengenai “mengapa fasilitas penahanan Sde Teiman tidak dijalankan sesuai ketentuan hukum yang mengatur penahanan kombatan ilegal”.

Meski demikian, fasilitas tersebut terus beroperasi, dengan kesaksian terbaru dari mantan tahanan yang menceritakan penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, dan kondisi penahanan yang buruk.

Investigasi oleh Middle East Eye, CNN, dan The New York Times menemukan banyak contoh penyiksaan yang meluas di pusat penahanan Israel ini.

(T.FJ/S: MEE)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!