Gelombang Keempat Pembebasan Sandera, Hamas Gelar “Panggung Olok-olok” untuk Militer Israel

Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyerahkan sandera Israel Keith Samuel Siegel di Pelabuhan Gaza kepada Komite Palang Merah Internasional pada hari Sabtu sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera yang sedang berlangsung di Kota Gaza, Gaza pada tanggal 1 Februari 2025. (Dawoud Abo Alkas – Anadolu Agency)

Gaza, SPNA – Bersamaan dengan gelombang keempat pembebasan sandera Israel di Gaza pada hari Sabtu (01/02/2025), Hamas menggelar acara yang menunjukkan bahwa meskipin wilayah kantong tersebut babak belur, tapi gerakan pembebasan Palestina itu masih tetap hidup. Tak hanya itu, bahkan Hamas menggelar “panggung olok-olok” untuk militer Israel (IDF) dengan memamerkan sejumlah simbol Israel yang berhasil disita dan senapan buatan lokal.

Senapan Ghoul, yang dikembangkan oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, dan dinamai merujuk pada Adnan al-Ghoul, seorang pemimpin terkemuka kelompok Palestina yang gugur pada tahun 2004. Senapan ini pertama kali mendapat pengakuan selama serangan militer Israel tahun 2014 di Gaza, yang digunakan digunakan dalam operasi penembak jitu terhadap tentara Israel.

Pameran senapan itu dilakukan lebih dari setahun setelah militer Israel mengklaim telah membongkar unit-unit utama Brigade Al-Qassam, termasuk kemampuan produksinya.

Beberapa lambang militer Israel juga dipamerkan, yang disita oleh pejuang Palestina selama serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, termasuk Unit 8200, yang dikenal karena keahliannya dalam pengumpulan informasi intelijen dan pemecahan kode. Di panggung juga terdapat spanduk besar bertuliskan, “Zionisme tidak akan menang.”

Simbol lainnya termasuk Unit Elang (414), unit operasi khusus Komando Selatan Israel, dan Brigade Katif Divisi Gaza (6643), yang bertanggung jawab atas operasi di wilayah Gaza selatan.

Selain itu, Hamas memajang lambang Brigade Rubah (143), yang bertugas mengamankan perbatasan Israel dengan Gaza, dan Brigade Utara Divisi Gaza (7643), beserta logo dinas keamanan Shin Bet Israel dan Unit 9900, yang mengkhususkan diri dalam pengumpulan intelijen visual.

Pada gelombang keempat, Hamas membebaskan tiga tahanan Israel, termasuk satu orang berkewarganegaraan AS, kepada Komite Internasional Palang Merah. Sebagai gantinya, Israel membebaskan 183 tahanan Palestina, termasuk 18 orang yang menjalani hukuman seumur hidup.

Pada 19 Januari, perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel mulai berlaku, awalnya berlangsung selama 42 hari, di mana negosiasi akan terus berlanjut untuk tahap-tahap selanjutnya dari kesepakatan tersebut. Perjanjian tersebut dimediasi oleh Mesir dan Qatar, dengan dukungan dari AS.

Perang genosida Israel telah menewaskan lebih dari 47.400 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 111.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. (T.RA/S: MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya