Gaza Peringatkan Bencana Lingkungan dan Kesehatan Akibat Timbunan Sampah dan Limbah

Tempat pembuangan sampah di Gaza. (Foto: Reuters)

Gaza, SPNA – Kota Gaza menghadapi krisis lingkungan dan kesehatan serius akibat penumpukan sampah serta kebocoran limbah di jalan-jalan. Pemerintah Kota Gaza, pada Selasa (28/10/2025), memperingatkan terjadinya bencana lingkungan dan Kesehatan.

Hal ini terjadi setelah limbah cair meluap ke jalan dan lebih dari 250 ribu ton sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir Juhor ad-Dik, menyusul larangan Israel terhadap petugas kebersihan kota untuk mengakses lokasi tersebut.

Pihak pemerintah kota menjelaskan bahwa 85 persen armada dan peralatan kebersihan telah hancur akibat perang, sehingga menghambat upaya penanganan krisis. Penumpukan sampah serta meningkatnya populasi tikus dan serangga memperburuk risiko kesehatan masyarakat, sementara kekurangan pasokan air bersih semakin menambah penderitaan warga.

Sementara itu, Liga Arab memperingatkan Dewan Keamanan PBB mengenai kondisi sulit yang dihadapi Gaza dan wilayah Palestina, seraya menyebut bahwa harapan perdamaian yang rapuh terancam gagal akibat kebijakan militer dan pembangunan permukiman oleh Israel.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada Senin menyatakan bahwa militer Israel tengah menyiapkan rencana untuk pendudukan cepat Jalur Gaza jika perjanjian gencatan senjata runtuh. Ia menegaskan bahwa “perang belum berakhir”.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Minggu (27/10/2025), melaporkan hampir 100 penduduk Palestina meninggal akibat serangan Israel sejak rencana gencatan senjata yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berlaku.

Menurut laporan statistik harian kementerian tersebut, sebanyak 93 orang meninggal dunia dan 332 lainnya terluka sejak 11 Oktober. Kementerian Kesehatan Palestina menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mengevakuasi jenazah 472 penduduk Palestina yang meninggal dunia selama perang.

“Masih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan dan tergeletak di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau lokasi,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan.

“Dari 195 jenazah yang diserahkan oleh pihak penjajah, baru 72 yang berhasil diidentifikasi,” tambahnya. Banyak dari jenazah penduduk Palestina yang dikembalikan dalam proses pertukaran tiba di Gaza dalam kondisi tidak dapat dikenali, sebagian hangus terbakar atau membusuk. Beberapa lainnya ditemukan dalam keadaan terikat, dengan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi.

Serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut, meski hal itu dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 68.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 170.000 lainnya luka-luka, sementara ribuan bangunan hancur dan infrastruktur utama lumpuh.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu (26/10/2025), mengonfirmasi bahwa pasukan Israel menjatuhkan sekitar 153 ton bom ke wilayah Jalur Gaza, dalam operasi militer yang disebutnya sebagai tanggapan atas serangan terhadap pasukan Israel di Rafah.

Pengakuan tersebut disampaikan Netanyahu di hadapan parlemen Israel (Knesset) dan menjadi indikasi bahwa gencatan senjata yang disepakati sebelumnya telah dilanggar.

(T.FJ/S: RT Arabic, The Cradle, AA)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!