Eks Mayor Jenderal Itzhak Brik: “Israel di Jalan Menuju Kehancuran”

Seorang demonstran yang membawa bendera Israel berjalan melewati potret Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat aksi protes anti-pemerintah di Tel Aviv pada 7 Juni 2025. [Jack GUEZ / AFP / Getty Images]

Al-Quds, SPNA – Mantan Mayor Jenderal Israel, Itzhak Brik, memperingatkan bahwa negaranya berpotensi runtuh sebelum mencapai usia 100 tahun pada 2048. Ia menilai perpecahan internal yang semakin tajam, isolasi internasional, serta kegagalan kepemimpinan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Israel.

Peringatan itu disampaikan Brik dalam sebuah artikel opini di harian Maariv berjudul “Israel is on the road to destruction, and there is only one way to save it.” Dalam tulisannya, ia mempertanyakan masa depan negaranya sendiri: apakah Israel mampu bertahan hingga satu abad sejak didirikan pada 1948.

Terbelah dari Dalam

Brik menggambarkan Israel sebagai masyarakat yang “terkoyak dari dalam,” dengan kebencian mendalam antara kelompok sosial, kubu kanan dan kiri, serta antara Yahudi dan Arab. Retakan tersebut, menurutnya, tidak lagi bersifat politis semata, tetapi telah meresap ke hampir seluruh sendi kehidupan nasional.

Ia juga menyinggung kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dinilai lebih mengutamakan kelangsungan politik dibanding kepentingan publik. Arah pemerintahan disebutnya picik dan tanpa visi strategis, memperparah krisis kepercayaan di tengah masyarakat.

Isolasi Global dan Gelombang Emigrasi

Di panggung internasional, Israel disebut semakin dipandang negatif dan menghadapi penolakan yang meluas. Kondisi ini, kata Brik, mendorong semakin banyak warga Israel memilih meninggalkan negara tersebut untuk mencari masa depan di luar negeri.

Data resmi menunjukkan emigrasi dari Israel meningkat tajam sepanjang 2024, mencerminkan kegelisahan sebagian warga terhadap stabilitas jangka panjang negara itu.

Ketahanan nasional pun dinilai terus terkikis di berbagai sektor—mulai dari keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dan sains.

Bayang-Bayang Perang Berkepanjangan

Peringatan Brik muncul di tengah perang berkepanjangan di Gaza yang telah memicu krisis politik, keamanan, ekonomi, dan media di Israel, sekaligus meningkatkan kemarahan publik global terhadap operasi militernya.

Sejak Oktober 2023, perang tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, menjadikannya salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah kawasan modern.

Selain Gaza, Israel juga terlibat dalam eskalasi militer di beberapa front lain di Timur Tengah, memperbesar tekanan strategis terhadap negara tersebut.

Generasi Baru atau Jalan Menuju Kemunduran

Meski memberikan gambaran suram, Brik menilai masih ada peluang untuk menghindari skenario terburuk. Ia menyerukan pemberdayaan generasi muda agar mengambil alih kepemimpinan dan mengubah keputusasaan menjadi tanggung jawab kolektif.

Menurutnya, tantangan besar, mulai dari pemulihan keamanan di utara dan selatan hingga membangun kembali ekonomi serta hubungan internasional, membutuhkan energi dan perspektif baru yang hanya bisa datang dari kepemimpinan generasi berikutnya.

Pernyataan seorang jenderal senior dari dalam tubuh militer Israel ini menjadi sinyal keras: ancaman terhadap stabilitas negara tersebut tidak lagi hanya berasal dari luar, tetapi juga dari retakan yang tumbuh di jantung masyarakatnya sendiri.

(T.RS/S:MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya