Jalur Gaza, SPNA – Doctors Without Borders (MSF), Senin (14/05/2025), mengeluarkan peringatan bahwa Gaza akan berubah menjadi “kuburan massal” bagi warga Palestina sekaligus aktivis kemanusiaan yang mencoba menyalurkan bantuan.
Kebijakan blokade ketat yang diterapkan oleh Israel sejak 2 Maret 2025, menurut MSF, telah menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, menghancurkan kehidupan warga sipil yang sudah terhimpit oleh pertempuran dan serangan udara tanpa henti.
Claire Nicolle, Kepala Urusan Darurat MSF, mengingatkan bahwa meskipun Mahkamah Internasional telah memulai proses konsultatif mengenai kewajiban Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk memfasilitasi bantuan ke Gaza, proses hukum ini akan memakan waktu yang sangat lama. Sementara itu, warga Gaza tidak memiliki waktu. MSF menegaskan bahwa menunggu keputusan hukum hanya akan meningkatkan jumlah kematian di kalangan warga yang masih bisa diselamatkan.
Dunia internasional, menurut MSF, harus segera bertindak tanpa menunggu keputusan formal yang bisa terlambat untuk menyelamatkan nyawa.
Kondisi di Gaza semakin mengerikan. Blokade yang diberlakukan Israel telah menghancurkan akses vital terhadap bantuan kemanusiaan, menjadikan warga Gaza sebagai korban langsung kebijakan yang lebih mengutamakan kepentingan politik daripada kemanusiaan.
MSF menyatakan bahwa Israel tidak hanya menggunakan bantuan sebagai alat negosiasi tetapi juga sebagai senjata perang dan sarana hukuman kolektif untuk lebih dari dua juta orang yang tinggal di sana.
Dalam 24 jam terakhir, serangan udara Israel menyebabkan 33 warga Palestina tewas dan 94 lainnya terluka. Jumlah korban tewas sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 52.800 orang, dengan lebih dari 119.700 lainnya terluka.
UNICEF melaporkan bahwa lebih dari 290.000 anak-anak di Gaza kekurangan gizi dan terjebak dalam bencana kelaparan, dengan lebih dari 11% anak-anak di beberapa daerah mengalami malnutrisi berat. Sejak Maret 2025, sedikitnya 55 anak telah meninggal akibat malnutrisi akut.
Dampak kelaparan dan malnutrisi pada anak-anak ini sangat berbahaya, karena menyebabkan gangguan permanen pada perkembangan otak dan pertumbuhan fisik serta meningkatkan kerentanannya terhadap penyakit menular. WHO juga memperingatkan bahwa tanpa adanya intervensi medis yang memadai, kondisi ini dapat menciptakan sebuah generasi yang hancur secara fisik dan mental.
MSF mendesak dunia internasional untuk bertindak segera dengan menghentikan blokade yang telah menghancurkan rakyat Gaza. Mereka meminta agar bantuan kemanusiaan bisa segera masuk ke Gaza tanpa hambatan.