Dalam Sekali Serangan Udara, Israel Bantai Lebih 70 Penduduk Palestina di Gaza Utara

Gaza, SPNA – Serangan udara Israel yang terjadi pada Minggu pagi hari (17/11/2024), terhadap sebuah gedung perumahan lima lantai di Beit Lahia, Gaza Utara membunuh 72 penduduk Palestina, di mana banyak di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan berat pada gedung yang akhirnya runtuh. Bangunan perumahan itu milik keluarga Ghabayen dan menampung beberapa keluarga pengungsi di Beit Lahia, yang sedang diincar oleh pasukan Israel untuk dilakukan pembersihan etnis.

“Pihak tentara penjajah tahu bahwa puluhan penduduk sipil pengungsi berada di dalam gedung-gedung ini dan mayoritas mereka adalah anak-anak dan perempuan yang telah dipindahkan dari lingkungan mereka,” kata pernyataan dari Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk “pembantaian mengerikan ini terhadap penduduk sipil dan pengungsi. Pembantaian ini mengingatkan pada serangan Israel pada 21 Oktober lalu di sebuah gedung perumahan di Beit Lahia yang membunuh 87 orang.

Pada hari Kamis lalu (14/11/2024), sebuah komite khusus PBB mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa kebijakan dan praktik Israel di Gaza “sesuai dengan karakteristik genosida”.

Laporan tersebut, yang diterbitkan oleh komite khusus yang menyelidiki praktik Israel di wilayah Palestina yang diduduki, juga menyatakan bahwa ada kekhawatiran bahwa Israel dengan sengaja menggunakan kelaparan sebagai senjata perang di Jalur Gaza dan menerapkan “sistem apartheid” di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Israel Terus Menunjukkan Kekejiannya di Gaza

Pada awal pekan ini, Haaretz melaporkan bahwa tentara Israel membakar dan menghancurkan sebuah sekolah di utara Jalur Gaza hanya beberapa jam setelah truk bantuan kemanusiaan sampai di sana. Sebuah video yang diambil oleh seorang tentara Israel dan diposting di media sosial menunjukkan dua kendaraan lapis baja Israel meninggalkan sekolah tersebut saat api melalap bangunannya.

“Saksi mata mengatakan bahwa tentara memaksa penduduk sipil menjauh dari area tersebut, mencegah mereka mengambil bantuan dari konvoi pertama yang tiba di area itu setelah lebih dari sebulan,” tulis Haaretz.

Genosida Berlanjut

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (14/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 43.736 orang dan 103.370 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 783 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.386 penduduk Lebanon dan lebih dari 14.417 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: The Cradle, Mondoweiss)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!