Blokade Terus Berlanjut, Sistem Kesehatan Gaza “Hidup Segan Mati Tak Mau”

Gaza, SPNA – “Hidup segan mati tak mau”, seperti inilah kondisi sistem kesehatan di Gaza yang kini berada di ambang keruntuhan.

Bassem Zaqout, direktur layanan bantuan medis di Gaza selatan, mengatakan sistem kesehatan Gaza menghadapi kemerosotan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rumah sakit tidak lagi memiliki peralatan diagnostik dan tidak mampu memberikan perawatan dasar bagi pasien.

Pembatasan yang diberlakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap masuknya pasokan medis memaksa sektor kesehatan bekerja minimal yang bergantung pada solusi improvisasi. Meskipun sejumlah barang diizinkan masuk, namun peralatan penting dan khusus lainnya tetap diblokir.

Ketiadaan  mesin elektrokardiogram, pengujian hormon, dan peralatan deteksi dini kanker menyebabkan rumah sakit hampir mustahil untuk melakukan diagnosis. Kondisi ini diperparah dengan kekurangan obat-obatan untuk penyakit kronis, antibiotik, dan pengobatan kanker.

Zaqout memperingatkan bahwa petugas kesehatan kini terpaksa merawat pasien dengan peralatan medis seadanya yang memengaruhi kualitas dan efektivitas layanan.

Kondisi lingkungan yang buruk- kekurangan air bersih, penumpukan sampah, dan kepadatan di tempat penampungan- memicu wabah penyakit yang tidak mampu dikendalikan.

Data kementerian kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan telah rusak atau hancur sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, dengan total kerugian diperkirakan mencapai 1,4 miliar dolar AS.

Para dokter kini menghadapi dilema moral setiap hari, mencoba menyelamatkan pasien dengan sumber daya yang nyaris tidak ada.

(T.RA/S: PIC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya