Bab al-Rahmah: Makam Para Sahabat yang Kini Dirusak atas Nama Taurat

Al-Quds, SPNA – Pemerintah Provinsi Al-Quds kembali mengetuk nurani dunia. Seruan mereka kali ini bukan tentang gencatan senjata, bukan pula tentang blokade, melainkan tentang kuburan, lebih tepatnya, kompleks makam Bab al-Rahmah di sisi timur Masjid Al-Aqsa, yang kini menjadi sasaran baru proyek Judaifikasi Israel.

Dalam pernyataan resminya yang diterima Pusat Informasi Palestina (PIC) pada Selasa malam, otoritas Al-Quds menuduh para pemukim ekstremis Israel menyerbu area pemakaman dan menghancurkan batu-batu nisan peninggalan sahabat Nabi. “Ini bukan sekadar vandalisme,” tulis pernyataan itu, “melainkan bagian dari kebijakan sistematis untuk menghapus identitas Islam dan Palestina dari jantung kota suci.”

Makam Bab al-Rahmah bukan sembarang pemakaman. Di bawah tanahnya bersemayam nama-nama besar, sahabat Nabi ‘Ubadah bin Shamit, Syaddad bin Aus, serta para pejuang yang ikut menaklukkan Al-Quds pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan era Ayyubiyah. Kini, tanah yang dulu disucikan doa, diganggu oleh denting shofar dan langkah-langkah pemukim yang membawa palu, bukan bunga.

Selama beberapa tahun terakhir, kawasan makam itu perlahan berubah wajah. Di sana, ritual Talmudik dipraktikkan, pemakaman baru dilarang, sebagian area bahkan disulap menjadi “taman Taurat”, sebuah ironi getir di mana sejarah Islam dipaksa berdampingan dengan proyek-proyek wisata rohani versi pendudukan. Rencana pembangunan kereta gantung (telferik) yang menghubungkan permukiman Yahudi dengan Kota Tua Al-Quds disebut-sebut sebagai bagian dari agenda yang sama: mengganti ingatan dengan narasi.

Pemerintah Al-Quds menuding otoritas Israel bukan hanya menutup mata, tapi juga memberi perlindungan bagi para pelaku. “Ini bukan tindakan sporadis, melainkan upaya sistematis untuk menciptakan realitas baru di sekitar Al-Aqsa,” tegas pernyataan itu, sembari menambahkan bahwa tindakan semacam ini memenuhi unsur kejahatan perang dan melanggar hukum humaniter internasional.

Dalam bahasa diplomatik yang penuh kesabaran, Al-Quds menyerukan masyarakat internasional agar menegakkan resolusi-resolusi PBB yang menjamin hak rakyat Palestina atas tanah dan situs suci mereka. Namun di antara kalimat-kalimat resmi itu, terendus nada getir: dunia diminta berhenti pura-pura tuli terhadap proyek penghapusan sejarah yang berlangsung di bawah sorotan kamera wisata.

Dewan Fatwa Tertinggi Palestina pun angkat suara. Mereka menegaskan bahwa Bab al-Rahmah adalah tanah wakaf Islam murni, bukan taman kota untuk proyek ideologis. “Mengubahnya menjadi ‘taman Taurat’ bukan hanya penistaan sejarah, tapi juga bentuk kolonisasi spiritual,” tegas dewan tersebut.

Yerusalem, tampaknya, kini bukan sekadar medan perebutan tanah, tetapi juga pertarungan memori. Di kota di mana setiap batu menyimpan sejarah, bahkan kuburan pun kini tak punya hak untuk beristirahat dengan tenang.

(T.RS/S:AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya