Apa yang Terjadi di Gaza dan Tepi Barat Sejak Perang Iran Dimulai?

Penduduk Palestina yang terpaksa mengungsi selama perang genosida Israel di Gaza tinggal di tenda-tenda yang terpapar hujan, panas, dingin, dan angin di Khan Younis, selatan Jalur Gaza. (Foto: Ramadan Abed/Reuters)

Gaza, SPNA – Di tengah perhatian dunia yang tertuju pada perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serangan udara dan kejahatan Israel di Gaza serta aksi kekerasan pemukim ilegal Yahudi dan operasi militer di Tepi Barat yang diduduki terus berlangsung tanpa henti.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 72.000 orang dalam perang yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida di Gaza. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Hampir seluruh wilayah Jalur Gaza kini hancur menjadi puing-puing. Sebaliknya, sekitar 1.200 orang tewas di Israel dan lebih dari 250 orang disandera dalam serangan terhadap Israel yang dipimpin kelompok pejuang Palestina pada 7 Oktober 2023.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, di Tepi Barat, lebih dari 1.000 penduduk Palestina—banyak di antaranya pendudu sipil—dibunuh oleh tentara Israel atau pemukim ilegal Yahudi sejak perang Gaza dimulai. Dalam periode yang sama, sedikitnya 45 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, tewas akibat serangan Palestina atau selama operasi militer Israel di wilayah tersebut, berdasarkan data resmi Israel.

Beginilah kondisi terkini di Gaza dan Tepi Barat sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari:

Jalur Gaza

Perbatasan ditutup. Pada 1 Maret, Israel menutup penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Koordinator Aktivitas Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) menyatakan langkah itu merupakan bagian dari “sejumlah penyesuaian keamanan yang diperlukan” di kawasan menyusul perang dengan Iran. Penyeberangan Rafah dianggap krusial untuk penyaluran bantuan kemanusiaan serta evakuasi pasien sakit kritis dari Gaza.

Panic buying. Perang dan penutupan Rafah memicu aksi panic buying di Gaza. Penduduk Palestina yang telah bertahan hampir dua setengah tahun dalam konflik kini khawatir akan kekurangan pangan. Ali al-Hayek, anggota Asosiasi Pengusaha Palestina di Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penutupan perbatasan dapat menghentikan distribusi bantuan kepada keluarga yang kesulitan serta menghentikan operasi dapur amal.

Seruan membuka kembali perbatasan. Pada Selasa (10/03), Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak Israel membuka kembali penyeberangan Gaza. Pada 2 Maret, otoritas Israel menyatakan akan membuka kembali penyeberangan Karem Abu Salem—yang oleh Israel disebut Kerem Shalom—untuk memungkinkan “masuknya bantuan kemanusiaan secara bertahap” ke wilayah tersebut.

Ayah dan anak perempuan dibunuh Israel. Pada Sabtu (07/03), serangan drone Israel membunuh seorang ayah dan putrinya di Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Dalam serangan Israel terpisah di kota yang sama pada hari itu, satu orang lagi meninggal dunia dan seorang anak perempuan terluka, menurut laporan koresponden Al Jazeera di lapangan.

Kekurangan gas. Krisis berkepanjangan gas memasak dan bahan bakar sejak awal perang terus menyulitkan kehidupan penduduk Palestina di Gaza. Pasokan gas yang masuk, bahkan setelah gencatan senjata diumumkan, jauh di bawah kebutuhan riil penduduk, menurut sumber resmi Gaza dan lembaga PBB.

Laporan Amnesty tentang Perempuan. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International merilis laporan yang menyatakan perempuan Palestina di Gaza “kehilangan kondisi yang diperlukan untuk hidup dan melahirkan secara aman” akibat kebijakan Israel. Laporan itu menyebut perempuan hamil maupun mereka yang menderita penyakit terminal tidak memperoleh layanan kesehatan yang memadai di wilayah tersebut.

Seorang perempuan Palestina duduk di dekat kendaraan yang dibakar oleh pemukim ilegal Israel di Susiya, Tepi Barat yang diduduki, 25 Februari 2026. (Foto: Reuters/Mussa Qawasma).

Tepi Barat

Masjid Al-Aqsa ditutup bagi jamaah muslim. Pasukan Israel terus menutup kompleks suci Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki serta membatalkan salat Jumat. Kepala Administrasi Sipil Israel, Hisham Ibrahim, mengatakan keputusan itu diambil menyusul serangan balasan Iran terhadap “Israel dan seluruh kawasan”.

Serangan terhadap kamp pengungsi Askar. Pada Selasa (10/03), pasukan penjajah Israel menggerebek kamp pengungsi Askar di timur Nablus. Mereka menutup pintu masuk kamp dan menggeledah sejumlah rumah.

Serangan pemukim Yahudi Israel. Para pemukim Israel terus melakukan intimidasi terhadap penduduk Palestina di dusun-dusun kecil dan desa-desa di wilayah pedesaan Tepi Barat.

Pembatasan pergerakan. Dalam 10 hari terakhir, otoritas Israel menyebarkan selebaran ke komunitas pedesaan yang melarang pergerakan antarwilayah administratif di Tepi Barat. Selebaran tersebut menyatakan bahwa “terorisme dan para teroris hanya membawa kematian, kehancuran, dan malapetaka.”

Pemukim Israel bunuh dua penduduk Palestina bersaudara. Dua penduduk Palestina bersaudara meninggal dunia pada 2 Maret setelah diserang pemukim ilegal Israel di Qaryut, sekitar 4 kilometer di barat Duma. Para pemukim Israel terekam menembakkan peluru tajam ke rumah-rumah penduduk Palestina.

Pemukim membunuh penduduk Palestina. Pada Sabtu (07/03), Amir Muhammad Shanaran dibunuh oleh pemukim Israel dalam serangan di Masafer Yatta, selatan Hebron, menurut kantor berita Palestina, Wafa.

Tiga penduduk Palestina dibunuh Israel. Pada Minggu, sedikitnya tiga penduduk Palestina meninggal dunia setelah diserang pemukim ilegal Israel di berbagai lokasi di Tepi Barat. Dua di antaranya—Fare Jawdat Hamayel dan Thaer Farouq Hamayel—ditembak di kepala dalam serangan malam hari di desa Khirbet Abu Falah, timur laut Ramallah, mengutip pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina. Seorang penduduk Palestina lainnya, Muhammad Hassan Murrah, meninggal kemudian setelah menghirup gas dari tabung gas air mata yang ditembakkan tentara Israel yang mengawal para pemukim Israel tersebut.

Pecahan rudal menghantam rumah. Pecahan atau serpihan rudal dilaporkan merusak sebuah rumah di kota Biddya, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan media Palestina pada Kamis (12/03).

Israel menutup banyak akses kota Palestina. Pasukan penjajah Israel menutup pintu masuk ke sejumlah kota di provinsi Ramallah dan Nablus pada Jumat pagi. Pembatasan militer di sekitar kota Nablus juga diperketat, yang cukup menyulitkan akses penduduk Palestina.

Israel bakar peternakan ayam Palestina. Media Palesstina, Wafa, melaporkan bahwa para pemukim Israel juga membakar sebuah peternakan ayam milik penduduk Palestina di Bethlehem pada Jumat (06/03).

(T.FJ/S: Aljazeera)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya