New York, SPNA – Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Dorothy Shea, dalam siding Dewan Keamanan PBB menggunakan pidatonya untuk menyerukan kepada kelompok-kelompok bantuan agar mendukung rencana AS-Israel untuk mendistribusikan bantuan di Gaza, melalui yayasan yang baru dibentuk.
“Yayasan Kemanusiaan Gaza adalah entitas independen yang telah didirikan untuk menyediakan mekanisme yang aman, yang mampu memberikan bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan, tanpa Hamas mencuri, menjarah, atau memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingannya sendiri,” katanya.
“Kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi-organisasi kemanusiaan, dan masyarakat internasional untuk bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Gaza dalam memberikan bantuan kepada warga sipil,” tambahnya.
Namun, proposal AS-Israel akan mengabaikan sistem yang ada untuk pengiriman bantuan, mengganti sekitar 400 titik distribusi PBB di Gaza dengan hanya empat titik. PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan lainnya telah menentangnya, menyebutnya berbahaya dan mengatakan bahwa hal itu akan secara efektif memperburuk pengungsian di Gaza.
Mereka malah menyerukan kepada Israel untuk mencabut blokade dua bulan di Jalur Gaza.
Badan PBB juga mengatakan tidak ada pengalihan bantuan besar-besaran oleh Hamas, seperti yang diklaim oleh AS dan Israel.
Kepala badan kemanusiaan PBB, OCHA, Tom Fletcher mengatakan bahwa organisasi bantuan “sangat ingin melanjutkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar di Gaza” setelah tidak ada “makanan, obat-obatan, air, atau tenda” yang memasuki daerah kantong itu “selama lebih dari 10 minggu”.
“Namun Israel menolak akses kami, dengan mengutamakan tujuan mengurangi populasi Gaza daripada nyawa warga sipil,” katanya.
“Sudah cukup buruk bahwa blokade terus berlanjut. Bagaimana reaksi Anda ketika Menteri Israel membanggakannya?”
Fletcher juga mengecam usulan Israel untuk hanya mengizinkan bantuan masuk ke Gaza jika dikirim melalui proses baru yang dirancang Israel yang melewati semua organisasi bantuan yang ada, termasuk PBB.
Ia mengatakan usulan yang dirancang Israel “mensyaratkan bantuan pada tujuan politik dan militer” dan menggunakan “kelaparan” sebagai “alat tawar-menawar” sambil juga memaksa “pengungsian lebih lanjut”.
Perlu diketahui sebelumnya Fletcher juga telah meminta Dewan Keamanan untuk “bertindak sekarang” guna “mencegah genosida” di Gaza.
(T.HN/S: Aljazeera)