96 Persen Penduduk Palestina di Gaza Tanpa Tempat Tinggal

Anak-anak Palestina menunggu makanan di dapur amal di daerah Mawasi, Khan Younis, selatan Jalur Gaza, pada 22 Juli 2025. (Foto: AFP)

Gaza, SPNA – Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Minggu (24/08/2025), mengungkapkan bahwa lebih dari 96 persen penduduk di Jalur Gaza kini tidak memiliki tempat tinggal, memperingatkan akan semakin parahnya krisis kemanusiaan yang menimpa lebih dari 2,4 juta penduduk Palestina.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan bahwa meskipun Israel telah menyatakan akan mengizinkan masuknya tenda dan perlengkapan pengungsian, hanya sekitar 10.000 tenda yang berhasil masuk ke Gaza. Jumlah ini hanya mewakili 4 persen dari total kebutuhan 250.000 tenda, menunjukkan adanya penundaan dan manipulasi serius dalam pemenuhan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Disebutkan pula bahwa saat ini tidak ada tenda atau perlengkapan pengungsian yang tersedia di perbatasan Gaza, akibat hambatan kompleks yang diberlakukan oleh pihak penjajah Israel terhadap aktivitas organisasi internasional. Hal ini semakin memperburuk penderitaan ratusan ribu pengungsi.

Kantor media Pemerintah Palestina di Gaza juga menyoroti bahwa tidak ada lagi zona aman untuk pengungsian di wilayah selatan Gaza, mengingat tentara Israel telah menguasai sekitar 77 persen wilayah Gaza, yang menjadikan proses pengungsian baru hampir mustahil dan membahayakan nyawa para pengungsi.

Pihak kantor tersebut menyatakan bahwa Israel, Amerika Serikat, dan komunitas internasional bertanggung jawab penuh atas kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung ini. Mereka mendesak adanya aksi internasional yang segera dan efektif untuk menghentikan invasi ke Kota Gaza, serta meminta agar bantuan pengungsian dapat segera dikirimkan tanpa syarat atau hambatan apa pun.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Sabtu (23/08), melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 62.622 orang, dengan 157.673 lainnya luka-luka.

Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza juga mencatat 8 kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk dua anak-anak. Dengan demikian, total korban meninggal akibat krisis kelaparan meningkat menjadi 281 jiwa, termasuk 114 anak-anak.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), pada Jumat (22/08/2025), menyatakan bahwa sekitar 90 persen wilayah Jalur Gaza kini telah berubah menjadi zona militer Israel, sementara anak-anak di wilayah tersebut terus mengalami pengungsian berulang kali.

“Sejak awal perang, banyak anak-anak telah terus-menerus mengungsi di berbagai wilayah Gaza. Mereka kini terjebak di area yang semakin menyempit, di mana hampir 90% Jalur Gaza berada dalam zona militer Israel, di bawah perintah evakuasi, atau bahkan keduanya,” sebut UNRWA dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X.

UNRWA juga mengatakan bahwa hampir satu dari tiga anak Palestina di Kota Gaza kini mengalami malnutrisi. UNRWA kembali menyerukan gencatan senjata segera dan menggambarkan kondisi kerja staf mereka di Gaza sebagai bencana.

(T.FJ/S: RT Arabic)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!