Akibat Genosida, Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Managua, SPNA – Pemerintah Nikaragua, pada hari Jumat (11/10/2024), mengumumkan bahwa akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai “dukungan penuh terhadap Palestina. Nikaragua juga menyebut pemerintah di Tel Aviv sebagai negara “fasis dan pelaku genosida”.

“Presiden kami telah menginstruksikan kementerian luar negeri republik ini untuk memenuhi permintaan parlemen nasional dan mulai memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah fasis dan genosida Israel,” kata Wakil Presiden Rosario Murillo di televisi pemerintah, Canal 4.

Dalam sebuah pernyataan, negara Amerika Tengah tersebut kembali mengutuk genosida penduduk Palestina yang dilakukan Israel, pendudukan, dan kejahatan terhadap kehidupan dan martabat rakyat Palestina. Nicaragua juga menyebut bahwa kejahatan Israel sudah meluas terhadap rakyat Lebanon dan secara serius mengancam Suriah, Yaman, dan Iran, serta membahayakan perdamaian dunia.

“Dalam solidaritas permanen dengan rakyat dan pemerintah Palestina, dengan orang-orang yang menjadi martir, kehancuran, barbarisme, dan dalam rangka kepatuhan ketat terhadap hukum internasional dan konvensi yang mengatur hubungan beradab antara negara-negara dan pemerintah di dunia, Pemerintah Republik Nikaragua memutuskan semua hubungan diplomatik dengan pemerintah fasis Israel,” tegas pernyataan itu.

Keputusan tersebut diambil setelah Parlemen Nikaragua mengadakan sesi khusus untuk “menolak, dan mengutuk pemerintahan fasis dan genosida Israel.

Tindakan ini sebagian besar hanya bersifat simbolis, karena Israel tidak memiliki duta besar yang menetap di ibu kota Nikaragua, Managua, dan hubungan antara kedua negara sebagian besar tidak ada.

Meskipun demikian, Nikaragua termasuk dalam daftar negara-negara yang telah memutuskan hubungan atau mengambil tindakan diplomatik dalam menentang genosida Israel yang didukung AS terhadap penduduk Palestina di Gaza.

Negara-negara Amerika Latin seperti Bolivia, Kolombia, Honduras, Belize, Chile, dan Brazil telah memimpin tuntutan dalam memutuskan hubungan dengan Tel Aviv, dengan alasan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Awal pekan ini, negara Amerika Latin lainnya, Bolivia, secara resmi bergabung dengan kasus Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melanggar konvensi genosida.  Bolivia bergabung dengan daftar negara-negara lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk Kolombia, Libya, Spanyol, Meksiko, Palestina, Nikaragua, dan Turki.

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya